Gaza, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel masih mengintensifkan serangan udara dan tembakan artileri di Gaza, terutama terhadap bangunan tempat tinggal, hingga menggugurkan lebih dari 100 warga Palestina.
Pertahanan sipil Gaza pada hari Jumat (17/1) menyatakan sedikitnya 101 warga Palestina, termasuk 27 anak-anak dan 31 wanita, gugur dan lebih dari 264 orang terluka diserang Israel di Gaza sejak pengumuman gencatan senjata pada hari Rabu. Sebagian besar pembunuhan terjadi di Kota Gaza.
Serangan Israel belum menunjukkan tanda-tanda melambat di darat, dan tercatat ada puluhan serangan pada hari Jumat.
Di Jabalia di Gaza utara, sembilan anggota keluarga jurnalis Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, gugur.
Dua warga Palestina lainnya gugur akibat serangan udara Israel yang terpisah di daerah Jabalia al-Balad, di utara Gaza.
Jabalia telah menjadi sasaran serangan hebat sejak pengumuman gencatan senjata Gaza. Pada hari Kamis, sedikitnya 20 orang gugur dalam satu serangan di daerah tersebut.
Sedikitnya lima orang lainnya juga gugur dalam serangan lain yang terhadap sebuah rumah, di sebelah timur Kota Khan Younis, di Gaza Selatan pada hari Jumat.
Di sebelah barat Khan Younis, tiga orang gugur akibat serangan terhadap tenda-tenda yang menampung warga terlantar. Tenda lain menjadi sasaran di kamp Nuseirat di Gaza tengah, hingga menggugurkan satu orang.
Saat itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku akan mengadakan pertemuan kabinetnya pada hari Jumat untuk menyetujui gencatan senjata yang telah lama ditunggu-tunggu.
Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada tanggal 7 Oktober 2023, setelah para pejuang Hamas melancarkan Operasi Badai Al-Aqsa yang mengejutkan terhadap Israel sebagai tanggapan atas penindasan rezim penjajah ini selama puluhan tahun terhadap Palestina.
Serangan Israel di Gaza sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 46.788 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai lebih dari 110.453 lainnya. Ribuan orang lainnya juga hilang dan diduga gugur tertimpa reruntuhan.
Gencatan senjata, yang diumumkan pada hari Rabu, terdiri dari tiga tahap dan akan mulai berlaku pada hari Minggu selama 42 hari.
Kesepakatan gencatan senjata menetapkan bahwa pertukaran tahanan skala besar akan terjadi, termasuk pembebasan 1.000 tahanan dari Gaza dan ratusan tahanan yang menjalani hukuman panjang.
Tahap pertama melibatkan pembebasan 33 tawanan, termasuk “anak-anak, wanita, tentara wanita, pria di atas 50 tahun, dan yang terluka dan sakit,” serta penarikan sebagian pasukan Israel secara bertahap. (mm/presstv)