AlQuds, LiputanIslam.com – Sumber-sumber terpercaya mengkonfirmasi kepada saluran TV Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon bahwa dari dalam Israel telah dikonfirmasi bahwa Hizbullah “benar-benar berhasil, dengan pasti, mencapai dan mengena Unit Intelijen Israel 8200,” dalam operasi serangan besarnya yang dilancarkan pada Hari Arbain sebagai balasan atas pembunuhan komandan senior Hizbullah Syahid Fouad Shukr.
Mereka menyebutkan bahwa setidaknya enam drone Hizbullah berhasil menembus pertahanan udara Israel, dan mencapai target mereka dengan akurasi tinggi di dalam pangkalan Glilot , yang terletak di kedalaman wilayah Israel dekat kota Tel Aviv.
Mereka menambahkan bahwa Israel menerapkan penjagaan keamanan yang ketat di sekitar pangkalan, sejauh beberapa kilometer, setelah operasi tersebut, dan demikian berlangsung selama beberapa jam, sehingga “personel militer dan sipil dicegah mendekati atau memasuki pangkalan.”
“Operasi Hari Arbaeen berhasil, dengan cara yang tidak menimbulkan keraguan bagi Hizbullah, meskipun Israel melakukan perahasiaan total secara keamanan, militer, dan media,” tutur seorang narasumber.
Sasaran kedua operasi tersebut adalah pangkalan pertahanan udara di Ein Shemer, yang berjarak 75 km dari Lebanon dan 40 km dari Tel Aviv.
Sekjen Hizbullah Sayyid Nasrallah mengkonfirmasi bahwa “sejumlah besar drone mencapai dua tujuan tersebut,” sementara Israel merahasiakan hal ini.
“(Perguliran waktu) siang dan malamlah yang akan mengungkapkan kebenaran tentang apa yang terjadi,” tuturnya.
Dia juga mengatakan, “Kami akan terus memantau hasil kebungkaman musuh (Israel) mengenai apa yang terjadi di dua pangkalan militernya, terutama Glilot. Kami mengikuti dari sumber-sumber kami dan dari berbagai informasi yang dapat kami peroleh dan lain sebagainya.”
Dia menambahkan,” Jika hasilnya memuaskan dan mencapai tujuan yang diinginkan maka kami menganggap operasi pembalasan atas pembunuhan Haj Sayid Muhsin (Shukr) dan serangan terhadap Dahiyeh telah selesai. Sedangkan jika menurut kami hasilnya belum cukup maka kami tetap mempertahankan hak kami untuk membalas di lain kesempatan.” (mm/almayadeen)