Gaza, LiputanIslam.com – Tak kurang dari 59 warga Palestina, termasuk anak-anak, wanita, dan pencari makanan, gugur akibat serangan udara dan tembakan Israel yang menargetkan beberapa wilayah di Jalur Gaza pada hari Minggu (15/6) .
Menurut sumber medis dan saksi mata, serangan Israel menyasar rumah-rumah, tenda-tenda yang menampung orang-orang terlantar, dan pertemuan warga sipil, yang mengakibatkan kematian dan cedera di kota-kota di Jalur Gaza utara, tengah, dan selatan.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel—dengan dukungan Amerika—telah melakukan genosida di Gaza, termasuk pembunuhan, pelaparan, penghancuran, dan pengusiran, sembari mengabaikan seruan internasional dan perintah dari Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.
Genosida tersebut telah menjatuhkan korban gugur dan luka lebih dari 184.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, dan serta menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang. Ratusan ribu orang telah mengungsi, dan kelaparan telah merenggut nyawa banyak orang, termasuk anak-anak, serta kehancuran yang meluas.
Israel telah memblokade Gaza selama 18 tahun, dan sekitar 1,5 juta warga Palestina, dari populasi sekitar 2,4 juta di Jalur Gaza, telah kehilangan tempat tinggal setelah perang genosida menghancurkan rumah mereka. (mm/raiayoum)