Gaza, LiputanIslam.com – Kantor Media Pemerintah Gaza mengumumkan bahwa Mohammed al-Talmas, wartawan kantor berita Palestina, Safa, gugur akibat luka-luka yang dideritanya dalam pemboman Israel di lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza.
Kantor tersebut menyerukan kepada federasi jurnalis Arab dan dunia untuk mengecam kejahatan Israel terhadap jurnalis dan pers di Gaza..
“Kami menyerukan kepada Federasi Jurnalis Internasional, Federasi Jurnalis Arab, dan semua badan jurnalistik di semua negara di dunia untuk mengutuk kejahatan sistematis terhadap jurnalis Palestina dan profesional media di Jalur Gaza,” ungkap kantor tersebut dalam sebuah pernyataannya pada hari Selasa (14/1).
Pernyataan tersebut menyoroti kebutuhan mendesak akan perhatian global kepada penindasan sistematis terhadap kebebasan pers oleh pasukan Israel di Palestina. Pernyataan itu juga mengingatkan bahwa AS dan negara Barat lainnya yang terlibat dalam kampanye genosida Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas serangan yang disengaja terhadap jurnalis.
Sementara itu, Pertahanan Sipil Gaza di hari yang sama mengumumkan lebih dari 50 warga Palestina gugur dalam serangan udara Israel dalam 24 jam terakhir di Jalur Gaza.
Mahmoud Bassal, juru bicara lembaga tersebut, mengatakan serangan Israel pada hari Senin menyasar “sekolah, rumah, dan bahkan tempat berkumpulnya orang-orang”.
Dia menyebutkan bahwa salah satu serangan udara Israel menghantam sebuah rumah di lingkungan Shujaiya, Kota Gaza, hingga menggugurkan 11 orang dan melukai beberapa lainnya.
Menurutnya pula, tujuh orang gugur dalam pemboman Israel di jalan al-Maamal Kota Gaza sementara lima lainnya gugur dalam serangan udara di sekolah Salaheddin al-Ayyubi di lingkungan al-Darraj.
Dia menambahkan, “Tidak ada ruang di rumah sakit untuk menerima korban luka.”
Dia juga melaporkan terjadinya serangan fatal Israel di kota Jabalia di Gaza utara, serta Khan Yunis dan Rafah di selatan wilayah Palestina.
Kantor berita Palestina Wafa memberitakan enam orang gugur dan lebih dari 30 lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menghantam rumah keluarga Abu Qeinas di Kota Gaza.
Laporan itu juga mencatat dua warga Palestina lainnya gugur setelah pesawat tempur Israel menyerang warga sipil yang berlindung di dekat sekolah UNRWA di lingkungan al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza.
Israel melancarkan serangan brutal terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023, setelah kelompok perlawanan Hamas melancarkan operasi serangan fajar yang menghebohkan terhadap Israel sebagai balasan atas meningkatnya kekejaman kaum Zionis terhadap rakyat Palestina.
Sejauh ini, serangan Israel telah menggugurkan sedikitnya 46.584 warga Palestina, yang sebagian besarnya wanita dan anak-anak, dan melukai 109.731 lainnya, di Jalur Gaza.
Dalam serangan brutalnya, Israel telah membidik infrastruktur sipil Gaza, termasuk rumah, rumah sakit, dan sekolah, sehingga menjadi pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional. (mm/presstv)