Beirut, LiputanIslam.com – Serangan militer Israel di Jalur Gaza telah berlanjut untuk hari keempat saat pasukan daratnya menyerbu Gaza utara dan selatan dan menteri pertahanan Israel mengancam akan merebut tanah di daerah pesisir tersebut.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan pada hari Jumat (21/3) bahwa pihaknya akan “mengintensifkan” kampanye militernya terhadap Hamas dan menggunakan “semua tekanan militer dan sipil, termasuk evakuasi penduduk Gaza selatan dan menerapkan rencana migrasi sukarela Presiden Amerika Serikat Trump untuk penduduk Gaza”.
Dikutip media lokal, Katz menginstruksikan tentara “untuk merebut daerah tambahan di Gaza, mengevakuasi penduduk, dan memperluas zona keamanan di sekitar Gaza untuk melindungi masyarakat Israel dan tentara (tentara Israel).”
Dia juga memperingatkan bahwa Israel akan merebut tanah Gaza hingga kelompok bersenjata yang bermarkas di Gaza itu setuju untuk membebaskan semua tawanan yang masih ditawan di Jalur Gaza.
“Semakin Hamas bersikeras menolak membebaskan para sandera, semakin banyak wilayah yang akan hilang, yang akan dianeksasi ke Israel,” kata Katz seperti dikutip surat kabar The Jerusalem Post.
“Jika para sandera tidak dibebaskan, Israel akan terus mengambil lebih banyak wilayah di Jalur Gaza untuk dikuasai secara permanen.”
Perkembangan itu terjadi setelah pasukan Israel menyerbu wilayah Shaboura di Rafah, kota paling selatan Gaza di dekat perbatasan Mesir, dan Beit Lahiya di Gaza utara, pada Kamis malam.
Awal pekan ini, Israel mengatakan telah menutup rute utama utara-selatan wilayah itu sebagai bagian dari perluasan operasi daratnya. (mm/aljazeera)