TelAviv, LiputanIslam.com – Jumlah korban tewas tentara Israel dalam pertempuran dengan perlawanan Palestina di Jalur Gaza terus meningkat. Tentara Israel mengakui tewasnya dua lagi anggotanya, salah satunya akibat tembakan pejuang Palestina dalam pertempuran di Jalur Gaza selatan .
Tentara pendudukan Israel dalam pernyataan pada hari Ahad (25/2) menyebut salah satu tentara yang tewas adalah anggota Brigade Givati. Sedangkan satu lainnya adalah seorang prajurit di Batalyon 77 formasi Sar Megolan.
Media Israel melaporkan dari Rumah Sakit Soroka Israel bahwa dalam 24 jam terakhir, 10 orang yang terluka dalam pertempuran darat di Jalur Gaza tiba di rumah sakit, termasuk 4 orang yang terluka parah.
Dengan demikian, jumlah kematian tentara Israel yang diakui rezim Zionis ini bertambah menjadi 580, sejak 7 Oktober 2023, termasuk 240 orang tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza. Pihak pejuang Palestina memastikan jumlah yang sebenarnya jauh lebih besar.
Para pejuang perlawanan Palestina di Gaza terus berjuang menghadapi pasukan Israel. Sumber pejuang Palestina dari lingkungan Zaytoun di Kota Gaza pada hari Ahad menyatakan bahwa pasukan pendudukan menderita kerugian besar,dan para pejuang Palestina masih beraksi di semua poros pertempuran.
Sekitar 29.690 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, gugur dan sekitar 70.000 lainnya terluka sejak dimulainya agresi brutal Israel di Gaza.
Rezim Zionis juga memperktat blokade terhadap Gaza, menyebabkan banyak wilayah sempit tersebut, yang merupakan rumah bagi lebih dari 2,3 juta warga Palestina, mengalami krisis tanpa air, listrik, bahan bakar, dan internet.
Dalam keputusan sementara pada bulan Januari, Mahkamah Internasional memerintahkan Israel untuk mengambil semua tindakan sesuai kewenangannya untuk mencegah genosida di Gaza, dengan mengatakan bahwa rezim tersebut harus memastikan pasukannya tidak melakukan genosida dan juga memastikan penjagaa bukti dugaan genosida. (mm/almayadeen)
