Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

ISIS Rilis Video Baru Sandera Asal Inggris, John Cantlie

Published 19/09/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

isis john cantlieLiputanIslam.com – Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Kamis (18/9) merilis video baru seorang sandera yang disebut-sebut bernama John Cantlie dan berprofesi sebagai fotografer berkebangsaan Inggris. Video ini menjadi video keempat setelah sebelumnya ISIS merilis tiga video pembunuhan tiga sandera Barat, yaitu dua wartawan Amerika Serikat (AS) dan satu lainnya warga negara Inggris anggota lembaga bantuan kemanusiaan.

Dalam video terbaru yang berdurasi 3 menit 22 detik dengan judul “Lend Me Your Ears” (Pinjamkan Kepadaku Pendengaranmu), pria yang diklaim sebagai John Cantlie terlihat duduk di depan meja mengenakan kaus warna oranye seperti para sandera dalam video-video sebelumnya.

Berbeda dengan tiga video sebelumnya, dalam video kali ini tidak terlihat aksi eksekusi atau pemenggalan kepala, melainkan baru sebatas propaganda ISIS melalui suara korban yang duduk tenang tanpa didampingi algojo bertopeng seperti biasanya. Selain itu, video yang juga diunggah di situs berbagi video You Tube itu tidak lagi dengan latar belakang tempat terbuka di tengah gurun, melainkan dengan latar belakang hitam dan gelap.

Di depan kamera dengan tenang pria dalam kondisi rambut yang cepak itu mengaku bekerja untuk beberapa surat kabar dan majalah Inggris termasuk Sunday Times, Sun dan Sunday Telefgraph serta datang ke Suriah pada tahun 2012 sebelum akhirnya disandera oleh ISIS.

“Saya mengetahui apa yang sedang Anda pikirkan sekarang. Anda mengira bahwa dia (John Cantlie) berbuat ini hanya karena dia seorang tawanan. Senjata telah ditodongkan ke kepalanya, dan dia pun terpaksa berbuat hal ini. Benarkah?”

Dia melanjutkan, “Ya, itu benar. Saya memang seorang tawanan, saya tak dapat memungkiri hal ini. Tapi setelah sekarang saya melihat saya dibiarkan oleh pemerintah saya dan nasib saya ada di tangan Negara Islam (IS/ISIS) maka saya tidak merasa kehilangan apa-apa lagi. Bisa jadi saya tetap hidup, dan bisa jadi saya akan terbunuh.”

Lebih jauh dia mengaku heran mengapa setelah perang di Afghanistan dan Irak yang disebutnya gagal dan terkutuk negara-negara Barat masih antusias untuk terlibat lagi dalam perang yang juga akan gagal.

Di bagian akhir dia mengajak pemirsa untuk menyaksikan video dirinya yang akan dirilis selanjutnya oleh ISIS dalam waktu dekat yang, menurutnya, bisa jadi akan mengejutkan.

Sejak ISIS menyebarkan video-video pembunuhan para sanderanya dari AS dan Inggris, pemerintah AS menginstruksikan peningkatan serangan terhadap ISIS di Irak. Pekan lalu Presiden AS Barack Obama menyatakan video-video itu memancing dukungan khalayak dunia kepada tindakan militer AS terhadap ISIS. (mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account