Idlib, LiputanIslam.com – Kelompok teroris ISIS mengumumkan penunjukan Abu Hafs Al-Hashemi Al-Qurashi sebagai pemimpin barunya, menyusul tewasnya pemimpin mereka Abu Al-Hussein Al-Husseini Al-Qurashi.
Pengumuman itu dinyatakan dalam rekaman suara yang dikirim ke AFP, Kamis (3/8), beberapa menit setelah ISIS mengakui kematian pemimpinnya, Abu Al-Hussein Al-Qurashi, dalam bentrokan di Idlib, barat laut Suriah.
Dalam rekaman itu ISIS mengkonfirmasi tewasnya pemimpin keempat mereka, Abu al-Hussein al-Husseini al-Qurashi. Disebutkan bahwa dia menemui ajalnya dalam bentrokan dengan kelompok teroris lain bernama Hayat Tahrir al-Sham di Suriah barat laut.
Sebelumnya, juru bicara ISIS, Abu Hudhaifa al-Ansari, mengumumkan dalam sebuah rekaman yang diterbitkan oleh akun yang terkait dengan ISIS menyatakan, “Abu al-Hussein al-Qurashi terbunuh di salah satu kota pedesaan Idlib, ketika terjadi upaya penangkapan terhadapnya ketika dia sedang bekerja, dan dia terlibat kontak senjata dengan mereka hingga dia terbunuh karena lukanya.”
Organisasi tersebut tidak merinci kapan pemimpinnya terbunuh dan di daerah mana di Idlib.
Pada tanggal 30 April, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan terbunuhnya Abu Hussein al-Qurashi, dengan mengatakan, “Intelijen Turki telah menetralisir pemimpin ISIS, Abu Hussein al-Qurashi, dalam operasi keamanan khusus yang dilakukan di Suriah utara.”
Suriah barat laut telah sekian lama menjadi kantung utama sisa-sisa organisasi teroris ISIS, setelah kekalahan kelompok teroris ini di Irak pada 2017 dan di Suriah pada 2019, dan para anasirnya menyusup melintasi perbatasan Irak-Suriah sepanjangnya 600 kilometer. (mm/alalam)