Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

ISIL Latih Anak Kecil Suriah Sebagai Pengebom Bunuh Diri

Published 26/03/2014 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

ALBANIA - TROPOJE/GUNS/CHILDRENDamaskus, LiputanIslam.com – Ulah kelompok radikal di Suriah semakin tak masuk akal. Tak tanggung-tanggung, setelah mereka menghebohkan dunia dengan doktrin “jihad nikah”, kini kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIL) diketahui sedang menggerakkan dan melatih anak-anak kecil dan remaja sebagai pengebom bunuh diri dalam konfrontasi di wilayah utara Suriah.

Sekitar 50 anak mulai usia tujuh hingga 13 tahun kini sedang dilatih di sebuah kamp. Kaum radikalis menyebut mereka sebagai “anak-anak paling berharga”. Menurut laporan The Voice of Rusia yang dimuat jaringan berita al-Manar Rabu (26/3), para pelatih mudah sekali menggerakkan anak-anak kecil karena kepolosan mereka, sedangkan anak-anak yang sudah menginjak usia remaja lebih tertarik karena mendapat imbalan uang selama pelatihan.

Para pelatih percaya bahwa melibatkan anak-anak remaja akan dapat memperkuat posisi ISIL. Dalam rekrutmen anak-anak kecil dan remaja sebagai petempur tahan banting, mereka menggunakan doktrin keagamaan sebagai magnet dan melakukan eksploitasi secara maksimal untuk kepentingan terorisme. Apalagi, bagi mereka bukanlah pekerjaan yang terlalu sulit untuk meyakinkan anak-anak dari keluarga miskin agar mengeksekusi perintah apapun, tak terkecuali aksi bom bunuh diri.

Masa pelatihan di kamp ditetapkan 25 hari, dan anak-anak yang dilatih dibagi menjadi 13 kelompok. Mata pelajaran terpenting dalam kursus mereka adalah landasan jihad, kemudian keterampilan menggunakan senjata api modern. Setelah tuntas menjalani masa pelatihan, kelompok remaja direkrut dalam kelompok-kelompok teroris.

Menurut para saksi mata, di sana hari demi hari juga terdapat gadis-gadis kecil dan remaja. Orang-orang tua mereka bahkan mengirim mereka kepada relasinya di luar kota yang menggagas pembentukan kelompok-kelompok teroris serupa yang melibatkan gadis-gadis remaja.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menyatakan perekrutan anak di bawah usia 15 tahun dalam struktur kuasi-militer atau pelibatan mereka dalam perang sebagai pelanggaran militer. Sebuah pasal khusus dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia juga melarang mobilisasi remaja di bawah usia 18 tahun dan pelibatan mereka dalam konflik bersenjata.(mm/voiceofrussia/almanar)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account