
Teheran, LiputanIslam.com – Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Ali Mohammad Naeini, menyatakan bahwa agresi Zionis terhadap Iran merupakan perang di mana Iran sendirian menghadapi NATO dan berbagai negara besar dunia.
Dalam sebuah pidato pada rapat perencanaan dan koordinasi peringatan 40 hari sejak agresi Israel, Naeini mengatakan, “Agresi ini merupakan perang yang komprehensif dalam segala dimensinya si mana Iran berdiri sendirian melawan NATO dan berbagai negara adidaya dunia, sementara semua badan intelijen dan keamanan global berpihak pada Mossad.”
Dia menambahkan, “Dalam agresi ini, seluruh kekuatan rudal, udara, pesawat nirawak, dan pertahanan dunia dimobilisasi untuk membantu Rezim Zionis. Seluruh perang siber, media, keamanan, dan kemampuan militer juga dikerahkan terhadap Iran dengan tujuan menggulingkan Republik Islam dan memecah belah Iran.”
Naeini menjelaskan, “Perang 12 hari ini bertujuan untuk mencapai target-target taktis dan strategis, yang paling tidak adalah penghancuran pengetahuan nuklir dan kekuatan rudal Iran, tetapi gagal mencapai satu pun target di antaranya. Sebagaimana dikatakan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam, Rezim Zionis tumbang dan tergilas oleh gempuran Iran.”
Dia menambahkan,”Perang memang menimbulkan berbagai kerugian, namun juga membuahkan berbagai keuntungan berkat hebatnya perjuangan para syuhada. Iran telah tumbuh lebih kuat setelah mengatasi perang ini, meraih prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan meningkatkan kekuatan militer kita.”
Juru Bicara IRGC menekankan bahwa penghormatan kepada para syuhada tidak terbatas pada peringatan pada hari-hari tertentu, melainkan juga penting adanya perencanaan program interpretatif, media, dan propaganda, dan sejauh ini terdapat “lebih dari 65 program interpretatif sedang diproduksi dalam bentuk dokumentasi, wawancara, film pendek, dan buku oleh berbagai media.” (mm/alalam)