Teheran, LiputanIslam.com – Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Mayjen Mohammad Pakpour menyatakan bahwa pasukan Angkatan Laut (AL) IRGC sepenuhnya siap untuk memberikan respons tegas terhadap setiap gerakan mengancam musuh di Teluk Persia atau di kepulauannya.
Palpour menyampaikan pernyataan tersebut
“Jika musuh melakukan gerakan (mengancam) di laut dan di kepulauan, mereka akan menerima respon tegas,” ujarnya saat mengunjungi unit-unit operasional tempur AL IRGC di kepulauan Teluk Persia, Senin (6/10).
Dia menambahkan bahwa unit-unit operasional yang ditempatkan di Teluk Persia memiliki kesiapan tempur yang tinggi.
“Sebagaimana Angkatan Bersenjata Iran telah melumpuhkan rezim Zionis dan AS dalam perang 12 hari, jika musuh melakukan gerakan (mengancam) di laut atau di kepulauan, Angkatan Laut IRGC akan merespon dengan kesiapan penuh,” tegasnya.
Panglima IRGC menekankan bahwa kubu musuh Iran takut akan kekuatan moral dan keberanian pasukan negara ini.
Pasukan Iran telah menggempur situs-situs militer dan intelijen Israel setelah negara Zionis ilegal ini melancarkan agresi secara terbuka terhadap Iran pada 13 Juni, dengan lampu hijau dari AS.
Serangan Israel tersebut memicu perang 12 hari yang menggugurkan sedikitnya 1.064 orang di Iran. Pada 24 Juni, melalui serangan baliknya yang besar dan sukses, Iran berhasil menghentikan agresi Israel dan AS. (mm/presstv)