Teheran, LiputanIslam.com – Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Ali Fadavi, menyatakan, “Imam kami telah menetapkan jangkauan dan batas rudal kami, dan kami akan menindaklanjutinya.”
Di sela-sela upacara penghormatan para martir Pasukan Dirgantara IRGC, Kamis (13/11), Fadavi menambahkan bahwa pembangunan kekuatan terus berlanjut di semua sektor, seraya menegaskan bahwa Pasukan Dirgantara IRGC juga berada dalam proses pembangunan kekuatan, yang tidak ada habisnya.
Menanggapi klaim musuh tentang kemungkinan pembatasan jangkauan rudal balistik Iran, dia mengatakan, “Beberapa orang membuat pernyataan yang sama sekali tidak profesional, mereka tidak tahu apa-apa tentang bidang ini.”
Dia menambahkan, “Imam kami telah menetapkan jangkauan dan batas rudal kami, dan kami mematuhi perintahnya. Ini tidak ada hubungannya dengan kemampuan saintifik dan industri kami; kami mematuhi apa yang telah diperintahkan oleh Imam dan Pemimpin Besar kami.”
Mengenai perang Iran melawan Israel, Wakil Panglima IRGC juga mengatakan, “Dalam Perang 12 Hari, semua kekuatan besar memasuki arena melawan Iran, tetapi mereka dikalahkan karena para loyalis Revolusi Islam telah memenuhi tugas suci mereka.”
Brigjen Ali Fadavi menyebutkan bahwa dalam perang 12 hari, Allah memenuhi janji-Nya dan menganugerahkan kemenangan kepada bangsa yang berdiri teguh bersama kebenaran.
“Syarat terpenuhinya janji-janji ilahi adalah pelaksanaan tugas suci, dan para loyalis Revolusi Islam telah melaksanakan tugas mereka sebagaimana diperintahkan Allah… IRGC dalam upayanya memenuhi tugasnya, tidak menyia-nyiakan waktu 24 jam, dan upaya ini terus berlanjut,” ujarnya.
Dia memastikan Pasukan Dirgantara IRGC terus bekerja dengan tekun dan tanpa lelah untuk meningkatkan kemampuan pertahanan
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan tempur kami. Anda melihat dalam kasus masalah Shahed-136 bagaimana mereka mencoba meniru pencapaian kami, dan menyebutnya sebagai drone terbaik di dunia,” tuturnya.
Dia juga menegaskan, “Musuh berupaya membatasi Iran secara politik dan militer, dan upayanya difokuskan pada pelemahan kemampuan rudal Iran, tetapi mereka gagal.” (mm/alalam)