Teheran, LiputanIslam.com – Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan pesawat nirawak (UAV/drone) berukuran jumbo yang diberi nama Gaza.
Drone Gaza diluncurkan dalam latihan militer berskala besar bersandi Otoritas Nabi Besar pada hari Minggu (26/1).
Pesawat nirawak ini memiliki bentang sayap selebar 22 meter, bobot lepas landas 3.100 kilogram, berdaya tahan terbang 35 ja, dan berkecepatan maksimal 350 kilometer per jam.
Kapasitas muatan drone Gaza sedikitnya 500 kilogram, yang memungkinkannya membawa hingga 13 bom. Jangkauannya 1.000 kilometer dan radius operasional 4.000 kilometer.
Drone Gaza, yang juga disebut Shahed 149, adalah drone buatan Iran dengan jarak tempuh terjauh dan diluncurkan pada tahun 2021. Kemampuan terbang drone jauh mengungguli drone Shahed 129.
Drone ini menggunakan mesin turbofan, bukan mesin silinder. Mesin turbofan memiliki kinerja yang lebih baik di ketinggian dan memberikan kecepatan yang lebih tinggi bagi drone.
Sayap pesawat ini memiliki tempat khusus untuk membawa bom, namun di bagian tengah badannya juga terdapat ruang khusus untuk membawa peralatan perang elektronik, radar, dan peralatan lainnya. Pesawat ini juga dapat membawa lima bom di tempat khusus ini.
Dalam operasi gabungan yang dilakukan di sela-sela latihan militer, Pasukan Dirgantara IRGC berhasil menghancurkan delapan target secara tepat menggunakan pesawat nirawak Gaza untuk pertama kalinya.
Panglima Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri mengatakan sebelumnya pada hari Minggu bahwa pesawat nirawak canggih buatan dalam negeri yang dioperasikan oleh pasukan elitnya telah meluncurkan rudal yang dilengkapi dengan kemampuan berbasis kecerdasan buatan (AI) selama latihan maritim besar yang sedang berlangsung di Teluk Persia. (mm/alalam)