Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Koprs Garda Revolusi Islam (IRGC) mengingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak memprovokasi Iran karena kapal perang dan pangkalan militer AS di kawasan sekitar terjangkau oleh senjata Iran.
Brigjen Ebrahim Jabbari, penasihat Panglima IRGC pada hari Selasa (15/10) menegaskan, “AS harus tahu bahwa jika suatu hari mereka memasuki medan perang dan ingin mengambil tindakan terhadap Iran, maka pangkalan, kepentingan, dan kapal mereka akan berada dalam jangkauan senjata kami.”
Dia menambahkan, “Kami memiliki pasukan pemberani dan handal, yang pasti akan menanggapi setiap pelanggaran batas oleh AS.”
Namun, Jabbari menilai Washington tidak akan melakukan “tindakan bodoh”.
“Meskipun AS mendukung Israel, tidak mungkin mereka akan berbuat bodoh dan terlibat dalam konflik dengan Iran. Mereka selalu menyarankan rezim (Zionis) untuk tidak terlibat dalam konflik dengan Republik Islam (Iran),” ujarnya.
Jabbari memandang AS “sama sekali tidak siap menghadapi kami, poros perlawanan dan dunia Muslim.”
Petinggi IRGC itu menyatakan demikian setelah AS mengonfirmasi bahwa militernya mengirimkan sistem antirudal yang dioperasikan oleh pasukan AS untuk membantu pasukan Israel menyusul kegagalan rezim Tel Aviv menangkis badai rudal Iran.
Di bagian lain pernyataannya, Jabbari menyebut Israel tak sanggup mencapai satu pun tujuannya di Gaza dan Lebanon.
Mengenai serangan Israel terhadap para pemuka gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon, Jabbari mengatakan, “Mereka membunuh orang karena putus asa. Namun, mereka harus tahu bahwa tindakan tersebut tidak melemahkan keinginan dan kemampuan Hizbullah dan Hamas.”
Israel telah menyerang Lebanon sejak Oktober 2023, ketika rezim Zionis itu mengobarkan perang genosida di Jalur Gaza.
Hizbullah telah menanggapi agresi tersebut dengan berbagai operasi balasan, termasuk satu operasi dengan rudal balistik hipersonik, yang menargetkan wilayah Palestina pendudukan.
Sejak akhir September, Israel telah meningkatkan serangannya terhadap Hizbullah, hingga menggugurkan Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dan sejumlah tokoh senior lainnya. Setidaknya 2.309 orang juga gugur akibat serangan Israel, dan lebih dari 10.782 lainnya terluka sejak konfrontasi dimulai tahun lalu, menurut kementerian kesehatan Lebanon.
Gerakan perlawanan Lebanon itu bersumpah untuk terus melanjutkan operasi militer terhadap Israel selama rezim penjajah ini masih melanjutkan perang di Gaza, yang sejauh ini telah menggugurkan lebih dari 42.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah kaum wanita dan anak-anak. (mm/presstv)