
Teheran, LiputanIslam.com – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran akan menghancurkan semua fasilitas energi Israel secara bersamaan jika rezim Zionis tersebut mencoba melakukan agresi baru terhadap Iran.
Ancaman tersebut dinyatakan oleh Wakil Panglima IRGC Jenderal Ali Fadavi kepada saluran televisi Lebanon Al-Mayadeen pada hari Jumat (4/10), sembari mengingatkan bahwa Israel akan mempertaruhkan keberadaannya jika nekat menyerang Iran.
“Jika entitas pendudukan ini melakukan kesalahan, kami akan menggempur semua sumber daya energi, pembangkit listrik, kilang minyak, dan ladang gasnya,” tegas Fadavi.
Dia mengingatkan bahwa Iran merupakan negara yang besar dan luas dengan banyak pusat ekonomi, sementara Israel hanya memiliki tiga pembangkit listrik dan beberapa kilang minyak. “Kami bisa menyerang mereka semua itu sekaligus,” tegas sang jenderal.
Seperti diketahui Iran telah melancarkan operasi militer bersandi Janji Setia II pada Selasa malam lalu sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh oleh Israel di Teheran pada bulan April lalu serta pembunuhan Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah dan penasihat militer Iran, Brigadir Jenderal Abbas Nilforoushan pada bulan September lalu.
Iran saat itu melesatkan sekira 200 rudal balistik ke Israel, dan menyatakan 90 persen di antaranya tepat mengena sasaran.
Rezim Israel bersumbar akan membalas serangan itu, dan beberapa pejabatnya menyerukan serangan terhadap situs energi nuklir Iran, ladang minyak, dan infrastruktur sains dan ekonomi lainnya.
Sementara itu, komandan Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdolrahim Mousavi kepada Al-Mayadeen pada hari Jumat turut mengancam bahwa rezim Israel akan menerima “balasan telak dan menghancurkan” jika nekat melakukan tindakan yang tidak diperhitungkan.
“Kami telah menahan diri dan bersabar di masa lalu, tapi (sekarang) kami siap untuk memberikan pukulan yang tepat dan merusak pada waktu yang tepat,” tandasnya.
Dia memastikan balasan Iran akan lebih sengit daripada agresi musuh-musuhnya jika mereka bertindak ceroboh. (mm/presstv)