Teheran, LiputanIslam.com – Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan pasukan ini eksis bukan hanya pesisir, melainkan juga di perairan internasional, sehingga dapat menjangkau AL AS di titik terdekat.
“Setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap AL IRGC, kami harus menunjukkan bahwa AL IRGC bukan hanya kekuatan pesisir, melainkan mampu memasok berbagai jenis kapal berat, sehingga memungkinkannya hadir di perairan internasional,” kata Kol. Soleimani, komandan Armada Kelima Syahid Qassem Soleimani dari AL IRGC.
Dia menambahkan bahwa armada AL IRGC, dengan kapal perang samudera Shahid Mahdavi yang dikembangkan di dalam negeri bertindak sebagai andalannya, dan memulai misinya dari Pulau Farsi di Teluk Persia di mana AS pernah membunuh seorang komandan IRGC.
“Ini menyampaikan pesan penting kepada AS,” tegasnya.
Dalam misinya, ungkap Soleimani, kapal perang Shahid Mahdavi melewati selat penting dan strategis dunia, termasuk Selat Malaka.
Dia juga menyebutkan bahwa armada Iran melintasi Khatulistiwa dan memasuki zona armada ke-7 AL AS, dan untuk pertama kalinya, kapal Shahid Mahdavi mendekati Pulau Diego Garcia dan salah satu pangkalan terpenting AS di Samudera Hindia, kemudian kembali ke Iran setelah 39 hari pelayaran yang sukses.
“Kami mengirimkan pesan kepada Amerika bahwa kami dapat mencapai titik terdekat dengan Anda,” tegas Soleimani.
Komandan Iran tersebut menegaskan kembali sifat misi tersebut yang “benar-benar profesional”, dengan mengatakan, “Kami tidak bermaksud memicu ketegangan apa pun.”
Pernyataan itu disampaikannya ketika AS telah mengirim kapal selam berpeluru kendali ke Timur Tengah manakala ketegangan meningkat di kawasan ini.
Shahid Mahdavi yang berbobot 2.100 ton dengan panjang 240 meter dan lebar 27 meter itu merupakan kapal serbaguna yang dirancang untuk operasi jarak jauh, dan bergabung dengan armada AL IRGC pada Maret 2023.
Kapal perang samudera ini dilengkapi dengan radar array bertahap tiga dimensi, rudal laut-ke-laut dan laut-ke-udara, serta sistem telekomunikasi canggih untuk peperangan elektronik.
Kapal Shahid Mahdavi mampu membawa berbagai jenis helikopter serang, drone tempur, serta kapal serang cepat. (mm/presstv)