Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pihaknya berhasil menggulung jaringan mata-mata dan pengacau keamanan yang dikendalikan oleh badan intelijen AS dan Israel.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Selasa (11/11), IRGC mengatakan jaringan itu teridentifikasi setelah beberapa putaran pengawasan, pemantauan, dan operasi intelijen, dan terdiri dari “elemen-elemen yang tertipu dan berbahaya” serta dibentuk pada paruh kedua musim gugur untuk mengacaukan keamanan publik.
IRGC menekankan bahwa rezim Zionis Israel selaku proksi AS di kawasan Timur Tengah telah mengubah strateginya untuk mendestabilisasi Iran demi mengkompensasi “kekalahan memalukan” dalam Perang 12 Hari dengan Iran.
Menurut pernyataan tersebut, jaringan itu merupakan bagian dari upaya Tel Aviv untuk mengkompensasi kegagalan militernya dengan membidik stabilitas internal Iran, namun operasi terpadu telah dilakukan di berbagai provinsi hingga menghasilkan penangkapan berbagai sel jaringan yang berusaha mengacaukan keamanan publik.
IRGC berjanji bahwa rincian dan laporan lebih lanjut mengenai jaringan yang dibubarkan itu akan dibagikan kepada rakyat Iran pada saatnya yang tepat. (mm/presstv)