Teheran, LiputanIslam.com – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan bahwa kapal selam bertenaga nuklir negara-negara asing seperti Amerika Serikat (AS) dan Prancis dilarang masuk ke perairan Teluk Persia karena dapat menyebabkan masalah yang fatal.
“Teluk adalah kawasan tertutup. Jika terjadi sesuatu pada salah satu kapal selam dan reaktor kapal selam tersebut mengalami masalah atau terlibat kecelakaan dengan kapal lain, maka akan menimbulkan pencemaran di kawasan ini selama 11 tahun,” ungkap Komandan Angkatan Laut (AL) IRGC, Laksamana Alireza Tangsiri, Senin (25/9).
“Artinya selama 11 tahun tidak akan ada ikan dan hewan laut di kawasan ini, dan perairannya tidak dapat digunakan, dan pada hakikatnya bencana akan terjadi di kawasan Teluk,” sambungnya.
Tangsiri juga mengatakan, “Iran dapat bekerja sama dengan negara-negara tetangga untuk menjamin keamanan kawasan ini dalam kerangka aliansi delapan negara Teluk dan masyarakat di kawasan untuk hidup damai.”
Pada Kamis lalu dia mengatakan bahwa pertahanan udara tentara Iran memiliki sistem terbaru dan terlengkap. Dia juga menegaskan fakta yang tidak dapat disangkal mengenai Iran, yaitu angkatan bersenjata negara republik Islam memiliki pertahanan udara yang unggul di kawasan Timur Tengah, dan musuh mengetahui hal ini dengan baik.
Belum lama ini Iran meluncurkan sistem rudal anti-tank generasi ketiga, mengacu pada sistem anti-tank ringan “Badr” yang baru, dengan jangkauan operasi antara 200 dan 2.000 meter.
Angkatan bersenjata Iran juga dibekali sistem Almas dengan dua versinya, salah satunya portabel dan mampu mengenai sasaran pada jarak 4.000 meter, dan yang kedua adalah jarak jauh dan dilengkapi dengan senjata dan rudal berat yang mampu mencapai target pada jarak 10 kilometer.
Sebelumnya, Angkatan Udara IRGC mengumumkan rudal hipersonik canggih baru bernama Fattah di hadapan Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi.
Disebutkan bahwa jangkauan rudal Fattah adalah 1.400 km, berkecepatan 13 mach atau 13 kali kecepatan suara, serta memiliki hulu ledak yang dilengkapi dengan mesin bulat yang menggunakan bahan bakar padat dan nosel bergerak yang memberikan kemampuan untuk bermanuver ke segala arah. (mm/tasnim/sputnik)
Baca juga: