Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan pihaknya akan memperlihatkan dua kota rudal bawah tanah dan “kota terapung” baru, yang dapat menampung berbagai rudal jelajah dan balistik, di perairan Teluk Persia dan Laut Oman.
Juru Bicara dan Kepala Departemen Hubungan Masyarakat IRGC, Brigjen Ali Mohammad Naeini, dalam pernyataannya tentang hal tersebut pada hari Senin (6/1) menjelaskan bahwa fasilitas militer tersebut akan diresmikan dalam sebuah upacara selama latihan perang bersandi Payambar-e-A’zam (Nabi Besar) 19 berskala besar dan khusus, yang dimulai di wilayah barat Iran pada hari Sabtu lalu.
Dalam upacara yang juga dihadiri oleh Komandan IRGC Mayjen Hossein Salami tersebut, Naeini memperingatkan Israel dengan menegaskan, “Musuh, Rezim Zionis, sangat menyadari fakta bahwa langit di atas wilayah pendudukan (Palestina) terbuka lebar untuk Angkatan Bersenjata Iran, dan pasukan ini dapat menyerang aset Israel dengan lebih presisi, cepat, dan berdaya rusak.”
Naeini memastikan IRGC siap menjalani perang besar dan kompleks dalam skala apa pun, dan siap saat perintah dikeluarkan untuk beroperasi melawan entitas Zionis.
“Kekuatan dan produksi senjata dan rudal dalam jumlah, keterampilan, dan desain telah meningkat dari hari ke hari, dan kami telah memperoleh kemampuan baru,” ujarnya.
“Bangsa Iran harus tahu bahwa musuh tidak pernah menang dalam pertempuran apa pun,” sambungnya.
Juru Bicara IRGC juga mengatakan,”Kami tidak pernah mengalami kekalahan intelijen dari musuh. Musuh terus-menerus menciptakan narasi untuk mengimbangi kekalahan intelijen dan militer yang diderita di tangan Republik Islam Iran.”
Menurutnya, perkembangan baru di Timteng menyebabkan antusiasme Israel dalam kegagalannya menangkap realitas yang ada.
“Kami memberi tahu musuh bahwa kami selalu siap dan mampu mengambil tindakan kapan saja,” tegasnya.
Dia juga juga menandaskan, “Kami tidak akan ragu-ragu dan bimbang. Begitu perintah diberikan, kami akan menunjukkan kehebatan kami seperti di masa lalu, dan untuk kesekian kalinya, kami akan mengubah persepsi dan perhitungan musuh yang delusif.”
Dia menambahkan,“Iran tidak berhenti memproduksi rudal barang sehari , dan sistem pertahanan negara itu beroperasi penuh dan telah ditingkatkan dalam banyak kasus.”
Sembari mengatakan bahwa sistem rudal anti-udara canggih gagal menangkis rudal dan pesawat nirawak Yaman, Naeini menegaskan, “Pesan latihan pertahanan dan serangan IRGC akan diterima oleh musuh dalam beberapa hari dan minggu mendatang.”
Naeini mengatakan musuh Zionis menderita ilusi dan salah perhitungan, dan menekankan bahwa Operasi True Promise (Janji Nyata) I dan II, yang menyasar wilayah Palestina pendudukan, membuktikan bahwa langit rezim Zionis terbuka untuk Republik Islam Iran, dan berseberangan dengan klaim media tentang kekebalan mereka.
Dia menekankan bahwa Republik Islam Iran, berdasarkan doktrin pertahanannya, tidak akan memulai perang apa pun di kawasan Timteng.
Dia juga memastikan pasukan Iran mampu mendukung front perlawanan besar dalam menyerang fondasi rezim Zionis.
“Ancaman militer musuh telah meningkatkan konvergensi masyarakat dan membuat Angkatan Bersenjata lebih kohesif. IRGC bergerak menuju konsolidasi infrastruktur kekuatan gabungannya untuk mengembangkan fondasi keamanan dan otoritas nasional,” pungkasnya. (mm/presstv)