Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa salah besar jika kekuatan-kekuatan arogan dunia beranggapan bahwa panji perlawanan terhadap mereka akan jatuh, setelah Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah, gugur akibat serangan udara Israel.
“Jika para arogan mengira bahwa dengan membunuh para pemimpin dan pejuang perlawanan maka panji perlawanan anti kezaliman, agresi dan kejahatan akan jatuh, maka mereka sangat keliru,” tandasnya kepada saluran Al-Manar milik Hizbullah, seperti dikutip saluran Al-Alam milik Iran, Senin (30/9).
Dia menambahkan, “Kami akan berdiri dengan segenap kekuatan melawan kezaliman dan kejahatan. Kami semua yakin, dan saudara-saudara kami serta seluruh umat Islam dan kaum merdeka dunia tidak akan berpangku tangan terhadap kezaliman.”
Dalam pernyataan lain saat berkunjung ke kantor Hizbullah Lebanon di Teheran untuk bertakziyah atas gugurnya Sayid Hassan Nasrallah, Pezeshkian mengatakan bahwa darah akan mendidih selamanya terhadap kezaliman dan tirani.
Pezeshkian menyebutkan bahwa dunia telah menyaksikan bagaimana AS dan negara-negara pendukung entitas Zionis Israel melanggar HAM, martabat manusia, dan hukum internasional, dan bagaimana teroris dan pelaku disebut sebagai “pendukung HAM,” sementara penentang ketidakadilan dan pendukung kaum tertindas disebut “teroris”.
Dalam serangkaian reaksi Iran terhadap kejahatan keji tersebut, Jubir Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani memastikan Iran tidak hanya melontarkan slogan-slogan, melainkan juga bertindak pada waktu yang tepat, dan telah menunjukkan bahwa mereka menghadapi para agresor dengan tegas, bahwa entitas Israel dan siapa pun yang ingin mengganggu stabilitas keamanan nasional Iran akan menerima tanggapan, dan bahwa petualangan serta tindakannya tidak akan dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.
Dalam konferensi pers, Kanaani mengatakan, “Entitas Zionis perampas dengan aksi pengecutnya ini sama sekali tidak akan dapat menggantikan kekalahannya. AS juga tak mendapatkan apapun dari semua kejahatan ini, dan tidak akan pernah menggantikan kegagalannnya yang panjang dan susul menyusul di kawasan ini. Tak diragukan pula bahwa berbagai negara Islam memiliki kekuatan besar untuk menghukum entitas Zionis. Dewan Keamanan PBB tak dapat mencegah entitas Zionis akibat peran destruktif yang dimainkan oleh AS.”
Sementara itu, komandan umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdolrahim Mousavi memperingatkan kepada semua pihak untuk menantikan pembalasan atas pembunuhan “Sang Pemuka Resistensi (Sayid Nasrallah).”
“Semua orang hendaklah menantikan reaksi Iran dan Poros Resistensi atas pembunuhan Sayyid Hassan Nasrallah. Bendera Hizbullah tak pernah tak berkibar barang sehari, justru semakin terangkat tinggi oleh darah setiap syahid, dan esok akan semakin tinggi daripada hari ini. Darah Sayyid Hasan Nasrallah akan lebih kuat daripada Sayid Hasan sendiri, dan akan membasmi entitas Zionis beserta para gembongnya,” tegas Mousavi.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf dalam pesan dukungannya kepada sejawatnya di Lebanon, Nabih Berri, menyatakan bahwa dengan brutalitasnya, entitas penjajah Zionis kembali menampakkan watak teroris dan kejahatan dirinya dan para sekutunya, dan membuktikan bahwa mereka sama sekali tak menghargai hak berbagai bangsa.” (mm/alalam)