Teheran, LiputanIslam.com – Iran menggelar serangkaian manuver militer berskala besar baru pada hari Selasa (25/2). Manuver bersandi Zolfaqar pada hari ketiga dilakukan dengan partisipasi semua cabang angkatan bersenjata Iran, di mana mereka mengungkap perkembangan terbaru yang dicapai negara ini dalam kemampuan pertahanannya.
Iran memiliki berbagai macam sistem pertahanan udara yang memainkan peran penting dalam melindungi keamanan negara dan meningkatkan kemampuannya untuk mencegah dan menghadapi serangan.
Iran menggunakan sistem pertahanan udara ’15 Khordad “ dalam manuver tersebut, dan mampu mengidentifikasi dan menghancurkan target musuh yang disimulasikan mencoba menyusup ke area manuver, berkat jaringan pertahanan udara terpadu, yang pada gilirannya mampu mengidentifikasi target dengan akurasi tinggi dan menembak jatuh pesawat musuh setelah operasi deteksi dan pemantauan berhasil.
Panglima pasukan pertahanan udara Iran, Brigjen Alireza Sabahi Fard, mengatakan, “Semua orang harus tahu bahwa Iran saat ini memiliki sistem yang paling modern dan canggih di dunia, yang memiliki kemampuan untuk menghadapi segala jenis agresi, dan jika musuh salah perhitungan maka pertahanan udara negara ini siap menghadapi setiap pergerakan di udara.”
Sistem pertahanan Majid berhasil menyerang drone penyerang dengan menggunakan informasi akurat yang diterimanya dari detektor elektro-optik sistem deteksi pasif Munir.
Komandan zona pertahanan udara Iran tenggara, Brigjen Nasrallah Hooshmand menegaskan, “Teknologi yang diuji hari ini adalah pencapaian para spesialis Iran. Hari ini, kami mengevaluasi sistem pertahanan ini di ketinggian rendah dan tinggi, dan mereka mampu mengidentifikasi dan menghancurkan target sebenarnya, yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan berada di jalur serangan.”
Untuk pertama kalinya, dalam manuver ini operasi rudal gabungan dilakukan antara Angkatan Laut Tentara dan Angkatan Udara Garda Revolusi Islam (IRGC) di mana target maritim di Samudra Hindia utara ditenggelamkan sepenuhnya oleh rudal jelajah dan rudal balistik yang diluncurkan secara bersamaan.
Drone kamikaze Arash, yang menjadi andalan strategi pertahanan negara, berhasil mengenai dan menghancurkan target yang dituju setelah menempuh jarak 1.200 kilometer. (mm/alalam)