Teheran, LiputanIslam.com – Beragam pernyataan dan komentar mengemuka dari berbagai pihak terkait dengan insiden kecelakaan helikopter yang menggugurkan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi, Menlu Hossein Amir Abdollahian, dan sejumlah orang lainnya.
Berikut ini beberapa pernyataan di antaranya;
– Kepala Lembaga Bulan Sabit Merah Iran, Pir Hossein Koulivand, menyatakan bahwa tim penyelamat dari lembaga ini telah menemukan puing-puing helikopter di lokasi berketinggian 2500 meter tanpa bantuan luar negeri.
Dia mengatakan, “Operasi pencarian dan identifikasi telah selesai, dan sepenuhnya dilakukan oleh pasukan bantuan Iran, tanpa bantuan eksternal apa pun.”
Dia menyebut pembicaraan tentang adanya bantuan eksternal untuk mencapai pesawat dan mengidentifikasi tubuh sebagai “rumor”, seakan menampik rumor bahwa drone Akanci milik Turkilah yang menemukan puing helikopter yang jatuh.
“Penyelamat Bulan Sabit Merah menemukan puing-puing helikopter di ketinggian 2.500 meter, dan operasi pencarian dan penyelidikan dihadiri oleh lebih dari dua ribu orang dari semua kekuatan dan unit, termasuk Bulan Sabit Merah, IRGC, Basij, tentara, damkar, dan manajemen krisis dan darurat,” terangnya.
– Otoritas Penyiaran Israel mengutip pernyataan sumber resmi Israel bahwa Tel Aviv tidak ada kaitannya dengan insiden jatuhnya helikopter dan kematian presiden Iran. Media Israel sangat sibuk meliput insiden jatuhnya pesawat presiden Iran sampai-sampai menutupi liputannya mengenai perang Gaza.
– Hizbullah menyatakan: “Sayid Raisi adalah saudara besar bagi kami, pendukung kuat, dan pembela yang solid terhadap urusan kami dan umat, terutama Al-Quds dan Palestina.”
– Berbagai media menyebutkan bahwa Raisi adalah orang paling diduga kuat sebagai penerus Ayatullah Ali Khamenei sebagai pemimpin besar, meskipun di Iran asumsi demikian tidak pernah mengemuka di tengah publik. Dia juga dinyatakan sebagai presiden Iran pertama yang telah menyerang Israel dengan badai rudal dan drone.
– Tanda tanya mengemuka mengapa Ayatullah Ali Khamenei menyebutkan istilah “kesyahidan” atas gugurnya Sayid Raisi, dan apakah istilah ini mengisyaratkan adanya konspirasi di balik kecelakaan tersebut. Pertanyaan demikian mengemuka meskipun istilah itu juga digunakan untuk orang yang meninggal dunia ketika sedang menjalankan tugas dan kewajiban dan tugas kenegaraan dan keagamaan.
– AS mengklaim bahwa Iran meminta bantuan terkait dengan kecelakaan helikopter yang menggugurkan Presiden Ebrahim Raisi, setelah Washington menyampaikan belasungkawa.
Jubir Kemlu AS Matthew Miller S mengatakan, “Saya tidak akan menjelaskan secara rinci, namun pemerintah Iran telah meminta bantuan kami.” Dia menambahkan bahwa AS tidak dapat melakukannya “karena alasan logistik.” (mm/railayoum)