Teheran, LiputanIslam.com – Iran menegaskan tidak akan pernah menerima pendekatan yang didasarkan pada ancaman dan tekanan dalam pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS).
Dalam sebuah pernyataan tentang itu pada hari Jumat (2/5), Kementerian Luar Negeri Iran kembali menegaskan komitmen Iran terhadap jalur diplomasi dan kesiapannya untuk melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat.
“Republik Islam Iran tidak akan pernah menoleransi, dalam keadaan apa pun, pendekatan yang didasarkan pada ancaman dan tekanan, yang semuanya melanggar prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional,” katanya.
Dia menyebutkan bahwa pendekatan demikian sengaja dirancang untuk merugikan kepentingan nasional Iran dan melanggar hak asasi manusia rakyat Iran.
Iran menyatakan demikian setelah Kementerian Luar Negeri AS menjatuhkan sanksi kepada tujuh entitas di Uni Emirat Arab, Turki, dan Iran karena memperdagangkan produk minyak dan petrokimia Iran.
Sanksi tersebut merupakan putaran terbaru yang dijatuhkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran sejak Februari, ketika dia memberlakukan kembali apa yang disebut kampanye tekanan maksimumnya terhadap Teheran.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa kelanjutan dari perilaku ilegal tersebut tidak akan mengubah pendirian yang didasarkan pada hukum internasional.
“Tidak diragukan lagi, menguji ulang metode dan taktik yang tidak berhasil tidak akan menghasilkan apa-apa selain pengulangan kegagalan yang sama,” tegasnya. (mm/presstv)