Iran Tanggapi Kritikan KTT Liga Arab Di Tunisia

0
141

Teheran, LiputanIslam.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menilai Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-30 Liga Arab di kota Tunis, ibu kota Tunisia, “lebih positif” daripada KTT Arab sebelumnya, dan menyebut resolusi KTT ini mengenai Dataran Tinggi Golan milik Suriah yang diduduki Israel “positif dan penuh harapan.”

“Teheran menganggap pernyataan KTT Arab tentang Golan sebagai positif dan penuh harapan, tetapi tidak cukup untuk menghadapi pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan Israel,” ungkap Kemlu Iran  dalam statemennya mengenai resolusi KTT Arab, Minggu (31/3/2019).

Kemlu Iran  menjelaskan bahwa KTT Tunis itu positif adalah karena “negara tuan rumah,” namun juga menegaskan bahwa “pernyataan beberapa anggota Liga Arab di KTT terhadap Iran sebagai kelanjutan dari pendekatan yang tidak konstruktif dan salah dalam memusuhi Iran.”

Kemlu Iran menambahkan bahwa tuduhan terhadap Iran dalam  KTT Arab “tidak berdasar”, dan menegaskan penolakan dan “kecaman keras“ atas klaim campur tangan Iran dalam urusan beberapa negara Arab.

Kemlu Iran juga menyatakan penolakan dan kecamannya terhadap pernyataan KTT Tunis tentang tiga pulau yang disengketakan Iran dengan Uni Emirat Arab (UEA).

“Kami menekankan bahwa ketiga pulau itu merupakan bagian integral Iran, dan mengulangi klaim semacam itu tidak akan mengubah status hukum pulau-pulau itu,” ungkapnya.

Kemlu Iran menegaskan “kebijakan prinsipal Iran yang tidak akan berubah, dan terepresentasi dalam ketiadaan campur tangan terhadap urusan negara-negara tetangga.”

Kemlu Iran juga memastikan kegagalan kebijakan Trump terhadap Iran.

Sementara itu, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif di halaman Twitter-nya pada hari yang sama menegaskan bahwa Trump berpegang teguh pada setiap jerat untuk mengesan kebijakannya yang gagal terhadap Iran justru sebagai sebuah keberhasilan.

“Satu-satunya hal adalah bahwa Trump bersukacita dalam kesengsaraan yang dia yakini sedang dia berikan terhadap warga biasa Iran,” cuit Zarif.

Zarif juga menegaskan bahwa sebagaimana para pendahulunya Trump pada akhirnya akan belajar mengetahui bahwa bangsa Iran akan senantiasa pantang tunduk kepada tekanan asing. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI: