Teheran, LiputanIslam.com – Pejabat kementerian pertahanan Iran Laksamana Amir Rastegari mengatakan bahwa satelit penelitian Chamran 1 telah stabil di orbit dan bergerak di jalurnya.
Satelit buatan Iran, yang berbobot sekira 60 kg, itu berhasil ditempatkan di orbit 550 km pada Sabtu pagi (14/9).
Rastegari, direktur pelaksana Iran Electronics Industries – yang berafiliasi dengan kementerian pertahanan –dalam wawancara TV pada Sabtu malam mengatakan bahwa Chamran 1 telah dipantau empat kali sejak diluncurkan pada hari itu.
“Pemantauan menunjukkan bahwa satelit telah stabil dan bergerak di jalurnya,” tuturnya.
Dia menyebut Chamran 1 sebagai wahana antariksa buatan Iran pertama yang orbitnya dapat diubah setelah peluncuran.
“Satelit-satelit yang sejauh ini telah kami luncurkan ke luar angkasa sebagian besar aktif di bidang pencitraan dan telekomunikasi, dan ketika mereka ditempatkan di orbit, kami tidak dapat mengubah dan memindahkan orbit dan kami tidak memiliki manuver orbital untuk satelit yang dikirim”, jelasnya.
Chamran 1 ditempatkan di orbit menggunakan roket pembawa satelit Qaem-100, kendaraan peluncur ruang angkasa berbahan bakar padat yang dikembangkan oleh para ahli kedirgantaraan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Misi utama satelit ini adalah menguji sistem perangkat keras dan perangkat lunak untuk membuktikan teknologi manuver orbital dalam hal ketinggian dan fase.
Iran telah mengembangkan program luar angkasanya dalam beberapa tahun terakhir meskipun ada pembatasan yang disebabkan oleh sanksi yang dijatuhkan Barat terhadap negara republik Islam tersebut. (mm/irna)