Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa gugurnya kepala biro politik Hamas, Syahid Yahya Sinwar, tidak akan membuat umat Islam mundur di depan Israel.
“Dengan kesyahidan para jenderal, pahlawan dan pemimpin, tidak akan ada kemunduran dalam perlawanan umat Islam terhadap rezim pendudukan Israel,” ujarnya pada hari Jumat (18/10).
“Jihad melawan agresi, dan persembahan kebebasan kepada pemilik sebenarnya dari tanah yang diduduki adalah gerakan besar dan tujuan mulia yang tidak akan berhenti dengan kesyahidan para pahlawan di arena ini,” sambungnya.
Presiden Iran mengatakan “Syahid Sinwar melanjutkan perjuangannya dengan berani, sampai saat-saat terakhir hidupnya, dan tidak menyerah.”
Dia lantas menyatakan belasungkawa Iran atas “kesyahidan pemimpin heroik rakyat tertindas Palestina di Gaza, kaum merdeka dunia, dan Pemimpin Besar Iran Sayid Ali Khamenei.”
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Sinwar tidak takut mati, melainkan mencari kesyahidan di Gaza dan dia dengan berani “berjuang sampai penghabisan di medan perang.”
Sinwar gugur syahid dalam serangan udara Israel di kota Rafah, Gaza pada hari Kamis. Hamas mengonfirmasi berita kesyahidan itu pada hari Jumat.
Araqchi menambahkan, “Nasibnya – yang terlukiskan dengan indah dalam gambar terakhirnya – tidak menjadi penghalang, melainkan sumber inspirasi bagi pejuang perlawanan di seluruh wilayah, baik warga Palestina maupun non-Palestina.”
Dia juga menyebutkan, “Kami, dan banyak orang lain di seluruh dunia, salut atas perjuangan tanpa pamrihnya untuk membebaskan rakyat Palestina…. Para martir akan hidup selamanya… dan cita-cita pembebasan Palestina dari rezim pendudukan menjadi lebih mendesak daripada sebelumnya.”
Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Mayjen Hossein Salami memuji Sinwar sebagai “pejuang yang tak kenal lelah dan anggota elit perlawanan Islam Palestina” serta “legenda perjuangan melawan rezim penjahat Zionis yang kejam.”
Dia juga menyebutkan kesyahidan Sinwar akan “semakin mengobarkan api kemarahan perlawanan anti-Zionis” , dan menyatakan nama Sinwar kini bersinar bersama nama-nama pemimpin perlawanan heroik lainnya seperti pendahulunya Ismail Haniyeh dan pendiri Hamas Ahmad Yassin.
“Dengan rahmat Allah, kemarahan ini akan mengubah para perampas tanah suci [Palestina] menjadi abu dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama,” harap Salami. (mm/alalam/raialyoum/presstv)