Iran Produksi Obat Kanker dan Diabetes Yang Selama InI Hanya Diproduksi Oleh AS Dan Jerman

0
112

Teheran, LiputanIslam.com – Iran meluncurkan empat obat produksi domestiknya untuk pengobatan kanker dan diabetes dalam sebuah seremoni di Kota Industri Eshtehard di Provinsi Alborz, Selasa (7/5/2019).

Obat anti kanker itu antara lain Regorafenib dan Sorafenib yang sangat penting dan mahal, sedangkan obat untuk pasien diabetes adalah Empagliflozin dan Dapagliflozin.

Regorafenib pertama kali dikembangkan dengan merek obat kemoterapi Stivarga oleh Jerman pada tahun 2012 untuk pengobatan kanker kolorektal, tumor stroma gastrointestinal (GIST), dan kanker hati.

Peneliti Iran berhasil mendapatkan pengetahuan yang sangat kompleks untuk produksi obat mahal ini setelah tujuh tahun riset dan percobaan tanpa henti. Paket 28 tablet Regorafenib dibandrol US$ 5.870 di pasar global, sedangkan versi Iran dijual hanya 5% dari harga produk Jerman itu.

Sorafenib, yang dikenal dengan nama merek Nexavar, digunakan untuk mengobati kanker ginjal, hati, dan tiroid. Produk ini sampai sekarang hanya diproduksi oleh Jerman dan AS. Versi produk Iran dijual dengan harga kurang dari sepersepuluh harganya di pasar global, yang mencapai US$ 4.880.

Empagliflozin, dijual dengan merek dagang Jardiance, digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2. Iran sekarang adalah produsen ketiga obat itu setelah Jerman dan AS.

Dapagliflozin, yang dijual dengan merek Farxiga, juga digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2. Iran berhasil memperoleh teknologi untuk memproduksi obat setelah Inggris.

Diprediksi bahwa dua obat anti-kanker Iran berpotensi menghasilkan pendapatan US$ 1 miliar untuk negara ini. (mm/mehrnews)

DISKUSI: