Teheran, LiputanIslam.com – Iran memperingati haul ke-5 jenderal legendaris Qasem Soleimani yang gugur akibat serangan pesawat nirawak AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020. Dalam rangka ini, makam Jenderal Soleimani di kota Kerman kedatangan ribuan peziarah dari berbagai penjuru negara ini pada pada hari Kamis (2/1).
“Di malam peringatan kesyahidan Sang Jenderal, mulai dari pukul 23.00 hingga 02.00 waktu setempat, menjadi malam yang terang dan keterjagaan, sebagai ungkapan simpati dan cinta kepada Sang Jenderal pada momen kesyahidannya,” lapor televisi Iran di area pemakaman, sembari menayangkan keramaian para peziarah yang mengenakan pakaian musim dingin dan butiran salju sempat terlihat turun dan memutihkan sebagian tempat.
Beberapa para peziarah juga tampak membawa rangkaian bunga narsis segar berwarna kuning yang menjadi simbol cinta, kesabaran, dan semangat pengorbanan.
“Kami persembahkan bunga-bunga ini untuk ruh suci Syahid Soleimani,” ungkap seorang peziarah.
Di Teheran, tepatnya di Mushalla Agung Imam Khomaini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam kata sambutannya pada acara haul Soleimani menegaskan komitmennya untuk melanjutkan jalan Sang Jenderal.
“Beliau (Jenderal Soleimani) adalah orang yang tak terpengaruh oleh blok-blok politik, dan merupakan sosok yang patuh kepada perintah pemimpin besarnya. Insan demikian sangatlah sulit untuk mati di atas ranjang. Sudah sepatutnya beliau gugur di medan perjuangan. Beliau selalu menunjukkan bahwa AS, Israel dan Eropa , yang berkoar tentang kemanusiaan dan HAM, adalah pendusta besar, tak berprikemanusiaan dan buas. Sekarang pun di kawasan (Timteng) Anda melihat betapa banyak kejahatan yang dilakukan,” ujar Pezeshkian.
Dia menambahkan, “Kami akan terus bertahan di jalan ini, dan dengan kekuatan kami akan menyungkurkan batang hidung para penjahat itu ke tanah, insya Allah”
Presiden Iran juga menyerukan perlawanan terhadap apa yang disebutnya upaya musuh untuk memecah belah bangsa Iran.
“Kita berusaha mencegah kondisi yang kini diupayakan musuh demi menimbulkan pertikaian agar mereka dapat melicinkan rencana beracunnya. Sesuai perspektif yang ditetapkan oleh Pemimpin Besar, kita sanggup membangun Iran yang maju di bidang industri, sains, teknologi dan ekonomi di kawasan,” tuturnya.
Dia melanjutkan, “Saat ini, melanjutkan jalan Syahid Soleimani di dalam negeri ialah mewujudkan solidaritas, menciptakan model-model yang inspiratif bagi kawasan dan dunia.”
Saat diwawancara oleh wartawan televisi pemerintah, Pezeshkian mengatakan, “Mereka (musuh) mengira bahwa dengan menggugurkan pejuang maka jalan akan sirna. Padahal, darah syuhada justru menumbuhkan ribuan bunga tulip (semangat cinta dan pengorbanan.”
Pada kesempatan yang sama, Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayjen Hossein Salami, yang duduk diapit oleh Presiden Pezeshkian dan Komandan Pasukan Quds Esmail Qaani, mengatakan, “Haji Qasem Soleimani telah membuka jalan penyelamatan umat Islam di manapun dari dominasi musuh-musuh Islam. Beliau telah meniti bagian penting dari jalan ini.” (mm/irib)