Teheran, LiputanIslam.com – Asisten Menteri Luar Negeri Iran dan kepala perunding dalam urusan nuklir, Ali Bagheri Kani, menegaskan bahwa “kesalahan besar yang dilakukan Zionis dalam kejahatan mereka di Damaskus adalah bahwa mereka membuka jalan bagi Iran untuk menguji kekuatan militernya.”
“Zionis tidak boleh melakukan kesalahan kedua, karena tanggapan Iran akan lebih keras, lebih kuat, dan cakupannya lebih luas kali ini, mereka tidak akan memiliki peluang selama 12 hari,” tegas Bagheri Kani, Senin (15/4).
Dia menambahkan, “Ketika Iran memutuskan untuk mempertahankan kepentingannya dengan menghukum Zionis, mereka juga merencanakan kejahatan mereka di masa mendatang, dan respon Iran akan terjadi dalam waktu kurang dari beberapa detik.”
Sebelumnya, Lembaga Penyiaran Israel melaporkan; “Netanyahu memberi tahu para menteri Partai Likud bahwa Israel akan menanggapi serangan Iran dengan bijak,” dan menyatakan bahwa ia menolak menerima telepon dari para pemimpin asing setelah serangan Iran karena kuatir mendapat tekanan dari mereka agar tidak membalas serangn Iran.
Channel 12 Israel menyatakan; “Para pemimpin politik dan keamanan Israel memutuskan untuk menanggapi serangan Iran dengan jelas dan tegas, dan tanggapan akan dilakukan dengan cara yang dapat diterima oleh Washington, dan kemungkinan besar tidak akan menyeret kawasan pada perang.”
Sabtu malam lalu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan serangan terhadap Israel dengan ratusan drone dan rudal balistik, dan menegaskanbahwa serangan itu dilakukan sebagai balasan terhadap serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus.
Surat kabar AS The New York Times mengutip pernyataan dua pejabat anonim Israel bahwa “Iran meluncurkan 185 drone, 36 rudal jelajah, dan 110 rudal permukaan ke permukaan terhadap Israel.”
Keduanya menyebutkan bahwa sebagian besar peluncuran selama serangan Iran berasal dari Iran, dan sebagian kecil berasal dari wilayah Yaman dan Irak. (mm/raialyoum)