Teheran, LiputanIslam.com – Iran pada hari Ahad (4/5) secara resmi memperkenalkan rudal balistik terbarunya, yang dinamai Qassem Basir, dan berbahan bakar padat dengan jangkauan 1.200 kilometer.
Diperkenalkan pada hari Minggu, Qassem Basir telah dikembangkan sebagai versi terbaru dari rudal balistik Haj Qassem.
Menurut pejabat militer, rudal tersebut telah mengalami modifikasi signifikan pada desain hulu ledaknya, yang memungkinkannya bermanuver lebih efektif dan menghindari sistem pertahanan rudal.
Qassem Basir dilengkapi dengan sistem pemandu pencitraan termal, yang meningkatkan presisinya dan membuatnya tahan terhadap peperangan elektronik.
Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh mengatakan bahwa rudal baru tersebut berhasil diluncurkan dari jarak lebih dari 1.200 kilometer, dan mengenai target yang ditentukan dengan tepat, tanpa penyimpangan atau ketergantungan pada navigasi GPS.
Nasirzadeh menekankan bahwa Qassem Basir telah ditingkatkan baik dari segi kendali maupun kemampuan manuver, sehingga memungkinkannya menembus sistem pertahanan berlapis.
Dia juga menjelaskan bahwa dalam pengujian, gangguan elektronik diterapkan secara intensif terhadap rudal Qassem Basir, namun rudal ini tetap tidak terpengaruh.
Di bagian lain pernyataannya, Nasirzadeh mengecam AS yang dia sebut mengirimkan sinyal kontradiktif, yaitu menyatakan keterbukaan terhadap negosiasi tapi di saat yang sama juga melontarkan ancaman aksi militer.
Nasirzadeh lantas menegaskan bahwa Iran tidak pernah memulai perang dan tidak akan memulainya di masa mendatang, namun akan memberikan tanggapan yang tegas jika diserang.
Menurutnya, jika terjadi agresi militer oleh AS atau Israel, Iran akan menyerang kepentingan, pangkalan, dan personel mereka di mana pun yang dianggap perlu.
Menteri Pertahanan Iran juga mengumumkan keberhasilan uji coba rudal balistik baru, yang dikembangkan berdasarkan pengalaman dari operasi True Promise 1 dan 2, yaitu serangan rudal besar-besaran yang diluncurkan oleh pasukan Iran terhadap Israel tahun lalu.
Iran telah menegaskan bahwa kemampuan militernya, termasuk program rudalnya, tidak dapat dinegosiasikan. (mm/alalam/presstv)