Teheran, LiputanIslam.com – Misi Iran di PBB memperingatkan Israel bahwa “agresi militer skala penuh” Israel terhadap Lebanon akan mengarah pada “perang yang menghancurkan” di mana Iran juga kemungkinan juga akan terlibat.
“Semua opsi, (termasuk) keterlibatan penuh semua Front Perlawanan, ada di meja,” tulis misi tersebut dalam sebuah postingan di X pada Jumat malam (28/6), mengacu pada kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran di seluruh wilayah Timteng dan sekitarnya.
Mereka menyebut ancaman Israel untuk menyerang Hizbullah di Lebanon sebagai “perang psikologis” dan “propaganda”.
Perbatasan antara Lebanon dan Palestina pendudukan (Israel) diwarnai baku tembak setiap hari antara pasukan Israel dan para pejuang Hizbullah sejak konflik saat ini di Gaza pecah pada 7 Oktober.
Kekhawatiran akan perang besar-besaran meningkat bulan ini setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel sedang mempersiapkan “ operasi yang sangat menegangkan” di perbatasan dengan Lebanon.
Pasukan Israel melakukan serangkaian serangan terhadap sasaran Hizbullah di Lebanon selatan, kata juru bicara militer Israel pada Sabtu pagi (29/6).
“Dalam beberapa jam terakhir, pesawat-pesawat tempur menyerang beberapa sasaran Hizbullah, termasuk sebuah situs militer organisasi tersebut di wilayah Zabqin, dua lokasi infrastruktur operasional di wilayah Khiam, dan sebuah gedung Hizbullah di wilayah al-Adissa [Odaisseh],” katanya kepada surat kabar Israel Yedioth Ahronoth.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan negaranya tidak ingin berperang melawan Hizbullah, namun tentaranya siap untuk itu.
“Kami sedang mengupayakan solusi politik. Itu selalu merupakan pilihan yang lebih baik,” kata Gallant saat meninjau pasukan di dekat perbatasan utara Israel dengan Lebanon pada hari Jumat.
Saat berkunjung ke Amerika Serikat pada pekan ini, Gallant mengatakan Israel “bersiap untuk setiap skenario”.
“Hizbullah memahami betul bahwa kita dapat menimbulkan kerusakan besar di Lebanon jika perang dilancarkan,” katanya di Washington, DC.
Pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah mengancam akan melancarkan perang “tanpa aturan dan tanpa batasan” jika terjadi serangan besar-besaran Israel terhadap Lebanon.
Di tengah meningkatnya ketegangan, beberapa negara, termasuk Jerman, Kanada, Belanda, dan AS, mendesak warga negaranya untuk meninggalkan atau menghindari perjalanan ke Lebanon. (mm/aljazeera)