Iran Luncurkan Satelit Lagi, Ini Reaksi Israel

0
58

TelAviv, LiputanIslam.com –   Tindakan Iran meluncurkan satelit buatan dalam negeri untuk kesekian kalinya pada dini hari, Selasa (15/1/2019), kembali membuat Rezim Zionis Israel kebakaran jenggot.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidatonya menuding Teheran tidak berkata sebenarnya bahwa peluncuran satelit merupakan cara pertama Iran dalam berupaya meluncurkan rudal balistik antarbenua.

“Iran meluncurkan satelit yang takbersalah, tapi benar-benar tertarik untuk mencapai tahap pertama dari rudal balistik antarbenua, melanggar perjanjian,” tudingnya.

Komentar miring ini dilontarkan Netanyahu di markas miiter Israel di Tel Aviv dalam sebuah upacara penyambutan Kepala Staf Umum Angkatan Pertahanan Israel (IDF) yang baru, Mayjen Aviv Kochavi, yang menggantikan Letjen Gadi Eizenkot, Selasa.

Netanyahu kemudian menekankan keharusan penarikan pasukan Iran dari Suriah, dan memperingatkan ihwal “kebijakan tegas” Israel terhadap pasukan itu di sana.

“Saya menyarankan mereka untuk meninggalkan (Suriah) secepatnya, karena kami akan melanjutkan kebijakan tegas kami, seperti yang dijanjikan, tanpa rasa takut, dan tanpa istirahat,”

Sebelumnya, Menteri Informasi dan Teknologi Komunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi mengatakan bahwa roket pembawa satelit gagal mencapai “kecepatan yang diperlukan” di tahap ketiga, meskipun telah berhasil melewati tahap pertama dan kedua peluncuran.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut rencana Iran untuk mengorbitkan satelit sebagai pertanda penolakan Teheran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyeru Iran untuk tidak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan rudal balistik yang mampu mengirimkan senjata nuklir.

Jason Unruhe, pengamat politik, dalam wawancara dengan Press TV menyebut peluncuran satelit Iran sebagai “pesan yang jelas” bagi kubu musuh, yang sudah lama berupaya menghambat kemajuan Iran yang juga mereka tekan secara ekonomi.

“Kekuatan imperialis Barat berusaha menahan Iran, berusaha untuk menahan informasi, menahan teknologi, menahan bantuan yang diperlukan dan membuat upaya yang tak terhitung jumlahnya untuk menyabot negara, menyabot ekonominya,” ujar Unruhe.

Dia menambahkan bahwa sebuah kampanye telah dilakukan untuk “mengacaukan dan menghancurkan Iran, tidak hanya pada tingkat ekonomi, tetapi juga pada tingkat akademik dan teknologi.” (mm/alalam/haaretz/presstv)

DISKUSI: