Iran dan Indonesia Kutuk Penghinaan Kembali Tabloid Charlie Hebdo terhadap Nabi Muhammad saw

0
201

Teheran, LiputanIslam.com –   Pemerintah Iran dan Indonesia mengutuk tabloid Prancis Charlie Hebdo karena kembali menghina Nabi Muhammad (SAW).

Seperti dilaporkan Fars, Jumat (4/9/2020), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, memperingatkan bahwa tindakan majalah itu sama sekali tak dapat diterima dan sangat melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Dia menyebut penghinaan itu merupakan provokasi berkedok kebebasan berbicara, yang bahkan melukai perasaan semua kaum monoteis di dunia serta tidak menghormati ajaran Islam yang dianut oleh lebih dari satu miliar manusia.

Charlie Hebdo pernah menerbitkan konten anti-Islam dengan memuat karikatur Nabi Muhammad (SAW) pada tahun 2012 dan 2015 hingga memicu kemarahan jutaan umat Islam di seluruh dunia. Belakangan ini majalah itu mencetak ulang karikatur penghinaan itu untuk menandai persidangan bagi tersangka penyerangan kantor majalah itu pada 2015 .

Pada awal Januari 2015, kelompok teroris ISIS menyerang kantor Charlie Hebdo di Paris setelah mingguan itu merilis kartun pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baqdadi. Setidaknya 12 orang tewas ketika pria bersenjata bertopeng menyerbu kantor itu dan melepaskan tembakan.

Pemerintah Indonesia juga mengecam keras Charlie Hebdo.  Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut tindakan itu sebagai “tidak bertanggungjawab, provokatif, dan melukai ratusan juta umat Muslim di dunia”.

Kecaman itu ditujukan terhadap insiden pembakaran dan perusakan Al Quran di Swedia dan Denmark.

“Semua tindakan tersebut juga dinilai bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi, serta berpotensi menyebabkan perpecahan antar umat beragama, di saat dunia memerlukan persatuan untuk menanggulangi pandemi COVID-19,” tambah Retno dalam konferensi pers virtual, Jumat. (mm/fna/ liputan6)

 

 

DISKUSI: