Teheran, LiputanIslam.com – Rentetan rudal jarak jauh Iran kembali menembus lapis demi lapis pertahanan udara Israel pada dini hari Rabu (18/6), dan menghantam target-target di berbagai daerah di Palestina pendudukan.
Rezim Zionis Israel menerapkan sensor media ekstra ketat, namun rekaman video serangan Iran masih bermunculan di media sosial dan memperlihatkan angkasa Tel Aviv dan Haifa diterangi oleh rentetan bola api rudal canggih Iran.
Beberapa rudal di antaranya digunakan untuk pertama kalinya oleh Iran dalam pertempuran, dan berhasil menerjang target dengan presisi, termasuk fasilitas militer dan intelijen Israel.
Media Israel melaporkan terjadi ledakan di Israel utara menyusul peluncuran rudal dari Iran, yang menjadi serangan ketiga dalam beberapa jam terakhir.
Militer Israel dalam pernyataan resmi menyatakan bahwa peluncuran roket dari Iran terdeteksi menuju Israel utara, dan mendesak penduduk Haifa, Nahariya, dan wilayah utara untuk segera masuk ke tempat perlindungan.
Sirene serangan udara juga berbunyi di beberapa daerah, tanpa peringatan sebelumnya tentang serangan itu, hingga terjadi kepanikan para pemukim.
Gambar yang beredar di media sosial menampakkan kobaran api dan gumpalan asap yang membumbung di angkasa daerah pesat-pusat intelijen militer sensitif dan strategis Israel.
Menurut beberapa laporan media Israel, para pemukim Israel marah terhadap apa yang disebut ‘Komando Rumah’ karena sirene tidak berbunyi tepat waktu untuk memungkinkan mereka bersembunyi di bunker bawah tanah.
Pasukan Iran menggunakan berbagai taktik inovatif untuk menembus payung Israel dan AS. Rudal-rudal Iran leluasa melesat di angkasa Tepi Barat di mana warga Palestina melakukan selebrasi atas berlanjutnya hujan rudal Iran terhadap Israel. (mm/presstv)