Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dalam fase baru Operasi True Promise III yang sedang berlangsung, kembali melepaskan gelombang badai rudal balistik dan pesawat nirawak ke wilayah pendudukan Palestina pada Senin malam (16/6).
Media Israel melaporkan bahwa sirene berbunyi di seluruh wilayah utara, tengah, dan selatan Palestina pendudukan setelah Iran memulai fase kesembilan operasi pembalasannya.
Perkembangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah rezim Israel menyerang gedung Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan berat dan kebakaran pada gedung utama badan penyiaran Iran tersebut. Serangan ini dikutuk oleh khalayak luas sebagai kejahatan perang.
Fase Operasi True Promise III ini diperkirakan akan lebih panjang dan lebih intensif daripada delapan fase sebelumnya, yang dimulai pada Jumat malam (13/6) setelah Israel menyerang Iran, dan menyebabkan terbunuhnya beberapa komandan senior militer serta ilmuwan nuklir, dan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan kerusakan yang diderita Israel akibat terjangan Operasi True Promise III ( Janji Nyata III) “jauh melebihi” ekspektasi rezim Zionis tersebut.
“Sekitar 20 jam setelah serangan awal musuh, Operasi True Promise III dilakukan saat rezim Zionis berada pada puncak kesiapan pertahanan. Setelah mengantisipasi potensi respon Iran, mereka mengaktifkan semua sistem pertahanan udara, dan bahkan mengamankan kendali wilayah udara di atas negara-negara tetangga,” kata Wakil Komandan Urusan Politik Brigjen Yadollah Javani dalam sebuah wawancara yang dirilis pada hari Senin (16/6).
Dia menambahkan Israel semula merasa yakin bahwa serangannya berhasil melumpuhkan daya defensif dan ofensif Iran atau tidak dapat melancarkan serangan yang setara dengan operasi True Promise I dan II, tapi keyakinan itu akhirnya menguap.
“Laporan resmi mengonfirmasi bahwa selain rudal balistik jarak jauh, kami berhasil mengerahkan pesawat nirawak baru, termasuk Arash ke wilayah udara wilayah pendudukan Israel,” sambungan.
Menurut Javani, variasi proyektil yang belum pernah terjadi sebelumnya ini , dan yang belum pernah dikerahkan dengan presisi sedemikian tinggi ke wilayah pendudukan Palestina membuat Israel sangat terkejut, dan operasi tersebut sangat kuat sehingga bahkan melampaui antisipasi otoritas Israel dan Presiden AS Donald Trump.
Iran secara terbuka membagikan gambar dan berita tentang para martir dan korban luka, sementara rezim Zionis menggunakan pernyataan militer, buletin badan intelijen, dan bahkan ancaman terhadap warga sipil untuk mencegah dokumentasi demi menyembunyikan skala kerusakan, kehancuran, dan korban yang sebenarnya.
“Namun, mengingat cakupan operasi yang sangat besar, mereka terpaksa mengeluarkan laporan terbatas kepada publik mereka sendiri,” tutur Javani.
Iran telah melancarkan gelombang baru serangan terhadap Israel sebagai bagian dari fase ketiga Operasi True Promise 3, yang lebih kuat dan merusak daripada sebelumnya.
Fase baru ini dibedakan dengan penargetannya terhadap lokasi-lokasi sensitif, dengan fokus pada pusat-pusat keamanan, ekonomi, dan sains yang telah dianggap dibentengi selama beberapa dekade.
Iran belum menggunakan persenjataan tercanggih dan strategisnya dalam tanggapan militer terhadap agresi Israel, namun Iran telah mengonfirmasi bahwa pilihannya terbuka dan bahwa era serangan tanpa respon telah berakhir. (mm/presstv/alalam)