Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan gelombang baru serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel pada dini hari Ahad (15/6), menyusul gelombang pertama serangan balasannya dalam operasi bersandi True Promise (Janji Nyata 3) pada dini hari Jumat.
Gelombang baru operasi militer berskala besar ini dimulai pada Sabtu malam pukul 11:45 waktu setempat. Video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan rentetan rudal menyerang target yang dituju.
Operasi balasan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dilakukan dengan nama sandi “Ya Ali bin Abi Thalib,” bertepatan dengan momen Hari Raya Ghadir Khoum.
Segera setelah rudal dan pesawat nirawak diluncurkan, departemen Humas IRGC merilis pernyataan yang mengumumkan peluncuran gelombang baru operasi serangan rudal dan pesawat nirawak berskala besar.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa divisi kedirgantaraan IRGC telah memulai fase baru operasi ini sebagai tanggapan langsung terhadap agresi baru Rezim Zionis Israel.
Kota Haifa dan sekitarnya di tanah pendudukan Palestina dilaporkan sebagai target utama gelombang serangan kali ini. Haifa merupakan kota yang menjadi lokasi beberapa fasilitas militer dan industri penting Israel.
Serangan sejauh ini menyasar beberapa lokasi militer dan industri strategis Israel, termasuk kilang minyak dan jaringan listrik di Haifa, yang dilaporkan telah menyebabkan kebakaran.
Salah satu video menunjukkan kebakaran besar terjadi di kilang minyak Haifa akibat serangan rudal Iran, yang menerangi langit malam di seluruh wilayah pendudukan.
Gambar menunjukkan kebakaran besar di kilang minyak Haifa, dengan asap hitam tebal mengepul ke langit, sementara laporan awal menunjukkan bahwa kebakaran yang terjadi selanjutnya mengeluarkan bahan kimia beracun ke udara.
Di wilayah pendudukan utara, sirene rudal berbunyi di wilayah Galilea Atas dan Galilea Barat, serta di kota Nazareth dan wilayah sekitarnya, dan kota Afula.
Menurut laporan media Israel, rudal berpemandu presisi Iran menghantam infrastruktur listrik vital rezim tersebut, sehingga tidak berfungsi.
Serangan baru tersebut menyebabkan gangguan yang meluas pada jaringan distribusi listrik di wilayah tengah Palestina pendudukan dan melumpuhkan sebagian infrastruktur penting rezim tersebut.
Pemadaman listrik besar-besaran telah dilaporkan di beberapa permukiman Zionis di Galilea di Palestina utara di tengah operasi balasan Iran.
Beberapa laporan media berbahasa Ibrani mengatakan tangki amonia di Haifa juga berhasil menjadi sasaran rudal, dengan api dan gumpalan asap terlihat di beberapa daerah, yang terletak di bagian utara Palestina pendudukan.
Beberapa laporan media menyebut serangan Iran kali ini sebagai “serangan rudal terbesar” yang pernah dilakukan oleh pasukan Iran ke Palestina pendudukan.
Sebelum gelombang operasi baru dimulai, Angkatan Bersenjata Iran mengeluarkan peringatan keras kepada pilot militer Israel, mendesak mereka untuk menyerah tanpa melepaskan satu tembakan pun agar jet mereka dapat mendarat dengan aman.
“Lindungi hidup Anda. Kami menepati janji kami,” tambah pernyataan itu.
Sebuah sumber yang mengetahui hal ini mengatakan bahwa Iran menggunakan rudal Emad, Qadr, dan Kheibar Shekan dalam serangan terbaru di Haifa dan Tel Aviv.
Badai serangan Iran tersebut merupakan balasan agresi Israel terhadap Iran yang menggugurkan sejumlah komandan senior militer, ilmuwan nuklir dan warga sipil Iran, termasuk anak-anak dan wanita pada dini hari Jumat.
Korban gugur itu antara lain Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri, Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami; Kepala Divisi Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh, dan komandan senior IRGC Jenderal Gholam Ali Rashid. (mm/alalam/presstv)