Iran Ingatkan Upaya AS Kacaukan Stabilitas Timteng

0
92

Teheran, LiputanIslam.com – Iran menyampaikan peringatan mengenai upaya Amerika Serikat (AS) mengacaukan stabilitas kawasan Timur Tengah. Presiden Iran Hassan Rouhani menekankan keharusan semua negara mengetahui krusialitas situasi saat ini untuk kemudian berusaha mencegah kelancangan AS.

Peringatan ini disampaikan setelah Washington mengumumkan pengiriman kapal induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, dan Teheran menganggap gerakan AS itu sekedar lagak belaka.

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam percakapan telepon dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani, Selasa (7/5/2019), mengatakan bahwa perkembangan regional dewasa ini dipersulit oleh kebijakan ilegal pemerintah AS.

Dalam percakapan telefon lain dengan sejawatnya dari Irak, Barham Salih, Rouhani menyatakan bahwa semua negara harus mengetahui keadaan sensitif saat ini dan bekerja sama mencegah upaya Washington mendestabilisasi kawasan.

Sebelumnya, penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton menyatakan AS akan mengirim kapal induk dan pasukan pembom ke Timur Tengah sebagai suatu pesan yang “jelas dan tidak ambigu” untuk Iran.

Menlu AS Mike Pompeo mengklaim negaranya telah memantau kegiatan Iran yang mengindikasikan kemungkinan eskalasi dan bahwa AS akan mengambil semua langkah yang tepat, baik dalam hal keamanan maupun untuk menyediakan opsi kepada presiden AS.

Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengatakan bahwa pengerahan kapal induk AS di Timur Tengah adalah “respons terhadap indikasi ancaman serius pasukan Iran.”

Juru bicara Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Keivan Khosravi menanggapi pernyataan Bolton dengan menyebutnya tidak berkompeten di bidang militer dan keamanan, dan pernyataannya hanyalah untuk tujuan-tujuan demonstratif.

“Pernyataan Bolton itu merupakan jalan keluar untuk pengembangan yang gagal untuk (tujuan) perang psikologis,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Bolton kurang memahami masalah militer dan keamanan. Pernyataannya lebih dimaksudkan untuk berlagak belaka.” (mm/raialyoum/presstv)

DISKUSI: