Iran Gelar Manuver Terbesar Drone Bersandi “Menuju Baitul Maqdis 1”

0
90

Teheran, LiputanIslam.com – Iran mengumumkan bahwa Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar “manuver terbesar” drone atau pesawat nirawak bersandi “Menuju Baitul Maqdis 1” di kawasan Teluk Persia, Kamis (14/3/2019).

Latihan perang itu merupakan pertama kalinya dengan mengerahkan 50 duplikat nirawak siluman penyerang RQ-170, serta berbagai jenis nirawak penyerang lainnya.

Pada tahun 2011 militer Iran mengumumkan keberhasilannya membajak dan mendaratkan nirawak soluman RQ-170 milik Amerika Serikat (AS) yang terbang memasuk wilayah Iran. Dua tahun kemudian, Iran mengumumkan bahwa para ahlinya berhasil menduplikasi nirawak canggih itu.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars, manuver drone ini merupakan yang terbesar pada kategorinya, dalam skala partisipasi serentak drone pada operasi ofensif pertempuran, dan dengan jangkauan yang melebihi 1000 kilometer untuk mencapai target buatan.

“Manuver-manuver ini adalah manuver terkuat Pasukan Dirgantara (IRGC),” ungkap Mayjen Gholam Ali Rashid, salah seorang komandan senior IRGC.

Komandan Divisi Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh mengatakan bahwa pasukan ini telah mencapai swasembada dalam merancang, memproduksi dan mengoperasikan drone.

Di bawah pengawasan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei IRGC kini  memiliki armada pesawat pembom ofensif terbesar di kawasan.

Hajizadeh menambahkan bahwa nirawak-nirawak itu melesat dari berbagai posisi menuju sasaran yang ditentukan di Pulau Faror, provinsi Hormozgan di Iran selatan serta menghancurkannya.

Pada November lalu Hajizadeh mengatakan negaranya sekarang memiliki koleksi terbesar duplikat drone AS dan Israel yang tertangkap atau jatuh, termasuk AS MQ1, MQ9, Shadow, ScanEagle, dan RQ-170 serta Hermes milik Israel.

Duplikat RQ-170 pernah digunakan Iran untuk menarget posisi teroris kelompok teroris ISIS di Suriah dan Irak. Program nirawak Iran juga memainkan peran penting dalam memantau kapal perang AS di Teluk Persia. (mm/presstv/raialyoum)

DISKUSI: