Iran Dan Rusia Paling Ditekan Oleh AS, Mengapa?

0
72

Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Amir Hatami menyatakan bahwa negaranya dan Rusia adalah negara yang paling menjadi target serangan Amerika Serikat (AS) dibanding dengan negara-negara lain, karena Iran dan Rusia berperan kunci bagi masa depan keamanan dan stabilitas kawasan serta perlawanan terhadap arogansi AS.

Kepada saluran berita RT milik Rusia, Kamis (25/4/2019), saat menjawab pertanyaan mengenai peran Iran dan Rusia dalam perlawanan terhadap AS, Hatami menjelaskan bahwa sebenarnya bukan hanya Iran dan Rusia melainkan seluruh dunia sedang menghadapi beban tingkah dan pikiran Presiden AS Donald Trump. Hanya saja, lanjutnya, “Iran dan Rusia mendapat serangan lebih besar dari AS.”

Menhan Iran menyebutkan beberapa karakteristik kebijakan politik AS, antara lain  “mengabaikan prinsip kemanusiaan dan ketentuan internasional sehingga berdampak mengerikan bagi dunia kontemporer.”

Dia menambahkan, “Iran dan Rusia, mengingat peran masa depan keduanya di kawasan serta dukungannya bagi keamanan regional, penguatan stabilitas, dan perlawanan terhadap arogansi AS, adalah negara yang paling menjadi sasaran serangan dan problematika yang dibuat oleh AS.”

Dia kemudian menyebutkan bahwa negaranya sudah berpengalaman menghadapi problematika itu.

“Sudah 40 tahun kami menghadapi bahaya AS, dan sampai sekarang kami dapat mengatasinya,” ujar Hatami.

Mengenai keluarnya AS dari perjanjian nuklir Iran, Hatami menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi bumerang bagi AS karena memperlihatkan kepada publik di Iran dan seluruh dunia bahwa kerisauan terkait dengan program nuklir Iran hanyalah pretensi belaka bagi AS. (mm/rt)

DISKUSI: