Teheran, LiputanIslam.com – Narasumber Iran membantah laporan media asing bahwa ada negosiasi terselubung antara Iran dan AS mengenai keamanan Laut Merah di tengah eskalasi serangan pasukan Yaman terhadap kapal komersial yang terkait dengan Israel.
“Tidak ada negosiasi mengenai Laut Merah. Pertukaran pesan antara Iran dan AS terbatas pada negosiasi untuk penghapusan sanksi,” ungkap sumber informasi itu, sebagaimana dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA, Kamis (14/3).
“Teheran menyangkal kebenaran laporan yang beredar di media AS mengenai adanya negosiasi antara Teheran dan Washington mengenai isu-isu regional, termasuk Laut Merah,” sambungnya.
Dia menambahkan, “Menipu opini publik adalah bagian dari strategi, dan AS sedang berusaha mengkompensasi kegagalannya secara diplomatis, sementara pertukaran pesan dan percakapan tidak langsung hanyalah sebatas negosiasi untuk pencabutan sanksi, tidak ada pesan yang disampaikan mengenai perkembangan di Laut Merah.”
Sebelumnya, surat kabar Inggris The Financial Times melaporkan adanya putaran negosiasi rahasia pada bulan Januari secara tidak langsung antara Iran dan AS di Oman untuk pencegahan serangan pasukan Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah, dan pembicaraan mengenai proyek nuklir Iran.
Menurut para pejabat yang mengetahui masalah ini, penasihat Gedung Putih bidang Timur Tengah, Brett McGurk, bersama dengan Wakil Perwakilan Khusus AS untuk Iran, Abram Bailey, bernegosiasi dengan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Ali Bagheri Kani, yang bertanggung jawab atas negosiasi nuklir Iran.
Perundingan putaran kedua seharusnya diadakan dan dihadiri oleh Abram Bailey dan Bagheri Kani pada bulan Februari, namun Iran menundanya karena kehadiran Bailey dalam perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengatakan, “Kami memiliki banyak saluran untuk mengirimkan pesan ke Iran.”
Tanpa menjelaskan lebih jauh tentang ini, dia mengatakan bahwa sejak 7 Oktober dan awal konflik Gaza, AS berfokus pada berbagai ancaman dari Iran.
Seseorang yang mengetahui hal ihwal perundingan di Oman mengatakan kepada The Financial Times bahwa para pejabat AS memandang saluran tidak langsung dengan Iran sebagai cara yang berguna untuk menghadapi berbagai ancaman Iran yang semakin meningkat guna menghindari penyebaran perang dan konflik yang lebih besar. (mm/raialyoum)