Iran Ancam Tutup Selat Hozmuz, Kuwait Mengaku Pihatin

0
147

KuwaitCity, LiputanIslam.com – Kuwait mengaku prihatin atas ancaman Iran untuk memblokir Selat Hormuz di Teluk Persia, demikian laporkan kantor berita Kuwait, KUNA, Ahad (28/4/2019), sembari mengutip pernyataan  Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khaled Jarallah.

Menurut KUNA, Jarallah mengomentari ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut setelah pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengancam untuk menutup jalur air strategis ini.

“Kami melihat ancaman ini dengan keprihatinan, dan berharap wilayah kami selalu jauh dari ketegangan ini,” ujar al-Jarallah.

Iran pekan lalu mengancam akan menutup Selat Hormuz jika negara ini dicegah melintasinya. Ancaman ini dilontarkan beberapa jam setelah Gedung Putih mengumumkan penghentian pengecualian beberapa negara dari sanksi AS terhadap minyak Iran.

“Selat Hormuz adalah koridor maritim sesuai dengan hukum internasional dan tidak akan ada yang dapat memanfaatkannya jika kami tidak dapat menggunakannya,” tegas komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Laksamana Alireza Tangsiri. (mm/rt/reuters)

DISKUSI: