Intelijen AS: Hizbullah Punya Pertahanan Udara Rusia dan Iran

0
294

Beirut, LiputanIslam.com –   Situs berita AS Intel Sky yang membidangi urusan militer dan intelijen melaporkan bahwa kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon memiliki sistem pertahanan udara canggih buatan Rusia dan Iran.

“Intelijen AS menunjukkan bahwa Hizbullah mungkin memiliki dua sistem pertahanan udara dan dapat segera diaktifkan; Bavar-373 dan Pantsir,” tulis situs itu di Twitter, Jumat (1/10), sembari menandai masing-masing sistem dengan bendera Iran dan bendera Rusia.

Pantsir adalah pertahanan udara yang terbukti cukup efektif. Sistem ini dibuat oleh salah satu perusahaan Rusia yang membidangi produksi senjata-senjata berpresisi tinggi.

Pantsir yang dalam bahasa Rusia berarti “perisai” memiliki kelebihan antara lain menyerang sasaran terlebih dahulu dengan peluru mortir, dan jika peluru ini gagal menghancurkan sasaran maka dilanjutkan dengan penembakan misil pertahanan udara.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Ekskutif Hizbullah Syeikh Ali Damoush menyatakan bahwa kubu resistensi di Lebanon akan terus berjihad dan konsisten pada perjuangan melindungi negara, dan dalam rangka inilah Hizbullah pada Kamis lalu menembak jatuh drone militer Israel.

Dia menjelaskan bahwa selagi ada rezim pendudukan Israel serta agresinya terhadap kedaulatan Lebanon maka Hizbullah akan tetap konsistensi membela negara dan kedaulatan Lebanon dan tak akan diam melihat agresi musuh.

“Penembak jatuhan drone Israel yang melanggar zona udara Lebanon kemarin adalah dalam rangka komitmen ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Musuh, Israel, tahu bahwa Lebanon bukanlah lapangan terbuka untuk agresi dan drone pengintainya, dan kubu resistensi memiliki kehendak, tekad dan kesiapan menanggapi agresi dan pelanggaran kapan dan bagaimanapun kubu ini berkehendak.”

Dia menyebutkan bahwa musuh-musuh Lebanon dan para anteknya di dalam negeri gagal mewujudkan tujuan mereka, terutama membawa Lebanon kepada normalisasi hubungan dengan Israel sebagaimana dilakukan oleh sejumlah negara Arab Teluk, dan menerima persyaratan Israel dalam penetapan peta perbatasan maritim demi menistakan hak Lebanon di bidang perminyakan.

“Meski semua upaya itu dilakukan, Hizbullah semakin kuat secara kerakyataan dan eksistensial, kami akan terlibat jauh dalam pemilu, kepercayaan kami besar kepada kecerdasan rakyat kami, dan konspirasi serta permainan musuh tak akan dapat  memperdaya mereka,” pungkasnya. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Hizbullah Tembak Jatuh Drone Israel di Lebanon Selatan

Bermakdus Mengintai Latihan Perang, Kapal Selam Israel Dipaksa Mengambang oleh AL Aljazair

DISKUSI: