TelAviv, LiputanIslam.com – Di balik peristiwa konfrontasi antara Iran dan Israel, berbagai fakta yang mencekam bagi entitas Zionis, yang selama ini hendak disembunyikan, semakin terungkap dar hari kehari: serangan tepat sasaran, kerusakan besar, dan kerugian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dikutip saluran al-Alam, Minggu (14/9), Kepala Dewan Sains di Institut Weizmann Israel, Nir Davidson, mengungkapkan kehancuran ekstensif yang menimpa institut tersebut akibat diterjang dua rudal Iran. 50 laboratorium hancur total, dan berbagai hasil penelitian ilmiah penting selama bertahun-tahun lenyap untuk selamanya, di tengah kerugian finansial dan material yang sangat besar.
Lembaga tersebut, yang dikenal karena dukungannya kepada militer Israel dalam proyek-proyek kecerdasan buatan dan riset militer, juga menjadi sasaran boikot yang semakin meningkat dari berbagai universitas internasional, sehingga mengancam kelangsungan penelitian ilmiah dan industri terkait.
Menurut kepala di Institut Weizmann, sekira 60% peneliti internasional meninggalkan lembaga ini pasca serangan tersebut, sementara bangunan-bangunan penelitian dan layanan rusak, termasuk laboratorium untuk penelitian kanker dan teknologi nuklir. Kehancuran juga meluas ke pusat-pusat pra-klinis yang menampung lebih dari 100.000 sampel eksperimen biologis, sehingga membahayakan masa depan penelitian saintifik di Israel.
Adapun di berbagai institusi Israel lainnya, kerugian finansial langsung mencapai sekitar $3 miliar, sementara Kementerian Keuangan memperkirakan total biaya sekitar $12 miliar.
Akibat serangan Iran, banyak fasilitas vital di Haifa, Tel Aviv, dan Ashdod rusak, sementara Otoritas Pajak menerima lebih dari 30.000 klaim kompensasi atas kerusakan bangunan, kendaraan, dan harta benda pribadi.
Kerugian manusia juga mencakup 28 kematian dan lebih dari 3.400 luka-luka. Ribuan pemukim terpaksa mengungsi dari rumah mereka, di tengah gangguan infrastruktur dan layanan publik yang hampir total.
Demikianlah Iran menunjukkan betapa negara ini bukan sekadar lawan militer, melainkan juga kekuatan strategis yang mampu memberikan pukulan yang menghancurkan bagi lembaga-lembaga vital dan mengganggu rencana ekonomi dan militer Israel. Iran telah mengirimkan pesan yang tegas kepada siapa pun yang meremehkan tekad negara Republik Islam ini. (mm/alalam)