Beirut, LiputanIslam.com – Media Israel melaporkan pernyataan para pejabat Israel mengenai perkembangan pertempuran di front utara, dan mempertanyakan kemampuan Israel menghadapi kekuatan dan rudal Hizbullah, sementara seorang mantan pejabat AS mengaku cemas menyaksikan pesatnya perkembangan kekuatan militer Hizbullah.
Dikutip Al-Mayadeen, Jumat (21/6), Mantan perwira tinggi pasukan cadangan Israel, Mayjen (Purn.) Itzhak Brik, mengatakan tidak mungkin memisahkan apa yang terjadi di Gaza dan apa yang terjadi di Lebanon, dan “Hizbullah menembakkan lusinan rudal dan drone ke arah kita setiap hari, dan kita gagal menghentikan serangan itu.”
Brik menambahkan, “Israel tidak mencapai tujuannya di Gaza sekaligus gagal menghentikan rudal Hizbullah, baik melalui pesawat, atau melalui Iron Dome, dan juga tidak siap menghadapi drone.”
Senada dengan ini, Mantan Menteri Pertahanan Moshe Ya’alon kepada Channel 12 mengatakan,“Israel belum pernah mengalami krisis seperti ini sejak didirikan, dan kenyataannya Israel tidak memiliki pemimpin.”
Dia menyoal anggapan bahwa Israel mencapai kemenangan mutlak. “Apa maksudnya ini? Ini adalah slogan yang bagus untuk populisme, tapi ini bukan sesuatu yang praktis,” ungkapnya.
Ketua Partai Buruh, Yair Golan, berkomentar, “Peluang untuk mencapai gencatan senjata di utara adalah dengan menghentikan pertempuran di selatan, dan di bawah pemerintahan ini dilarang terlibat dalam pertempuran di utara, karena ini ilegal.”
Mantan pemimpin Mossad, Tamir Pardo, kepada Channel 12 Israel mengatakan,“Netanyahu enggan mendengar atau melihat, dia hanya memikirkan dirinya sendiri, dan membawa Israel menuju bencana.”
Sementara itu, Mantan Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengomentari video drone Hoopoe (Hodhod) Hizbullah terkait pengintaian udara di wilayah utara Palestina pendudukan.
Dalam wawancara dengan CNN dia mengatakan, “Saya sangat prihatin tentang hal ini karena kita menyaksikan peningkatan nyata dari aspek retorika, dan tindakan Hizbullah mengirimkan drone ke Israel dan sekitar kota merupakan ancaman dan peringatan yang jelas bahwa mereka dapat memantau kita dan –karenanya- dapat pula menyerang kita.”
Dia menambahkan, “Penting untuk mengingat hal ini, terutama karena kita tahu bahwa Hizbullah telah memproduksi lebih dari 150.000 roket dan peluru, dan dapat menyebabkan kerusakan di hampir seluruh Israel.” (mm/almayaaden/alalam)