Riyadh, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Hossein-Amir Abdollahian mengatakan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah menerima undangan resmi untuk berkunjung ke Iran.
Dalam pernyataan kepada wartawan sebelum pulang ke Iran, Jumat (18/8), Abdollahian mengaku telah mengirimkan undangan resmi kepada Mohammed bin Salman untuk mengunjungi Iran, dan dia pun menerima undangan itu serta menyatakan berniat mengunjungi Iran di waktu yang tepat.
Mengenai undangan Raja Salman kepada Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi, untuk mengunjungi Saudi, Abdollahian mengatakan bahwa Presiden Iran telah menerima undangan itu dan mengatakan bahwa kunjungannya ke Saudi akan dilakukan pada waktu yang tepat.
Dia juga mengatakan,“ Saya dan delegasi pendamping mengunjungi kedutaan Iran di Riyadh, konsulat Iran di Jeddah dan kantor perwakilan Republik Islam Iran untuk Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah, dan kami menyaksikan dari dekat proses dimulainya kembali secara resmi kegiatan diplomatik kami di Arab Saudi.”
Dia menambahkan bahwa para diplomat Saudi telah menetap di Teheran dan Masyhad, dan dalam beberapa hari mendatang duta besar kedua negara akan memulai pekerjaannya di Teheran dan Riyadh.
Dia menyebutkan bahwa Putra Mahkota Saudi menekankan bahwa pencapaian keamanan, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat regional juga akan menguntungkan Arab Saudi, dan bahwa Ibnu Salman mengajukan beberapa gagasan mengenai diskusi regional dan internasional.
“Kami mengadakan konsultasi dalam hal ini, dan saya percaya bahwa pihak Saudi menunjukkan niat baik dan kemauannya dalam kunjungan ini,” ujar Menlu Iran.
Menurut Amir-Abdollahian, Arab Saudi menegaskan pandangannya yang berbeda tentang masa lalu terkait masalah regional, dan menyatakan kesediaannya untuk membuka halaman baru dalam hubungan antara Teheran dan Riyadh.
Menlu Iran mengaku setuju dengan sejawatnya di Saudi, Faisal bin Farhan Al-Saud, tentang perlunya penyelenggaraan pertemuan ekonomi dan perdagangan antarpengusaha dari kedua negara di Teheran, Riyadh dan kota-kota lain.
“Kami menyepakati perlunya membangun kerjasama bilateral yang berkelanjutan, dan dalam konteks ini kami menyepakati bagaimana membangun kerjasama yang lebih kuat di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor swasta dan publik. Beberapa isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama juga dibahas,” paparnya.
Abdollahian menegaskan, “Kawasan (Teluk Persia dan sekitarnya) telah memasuki babak baru kerja sama karena ada kesepakatan bahwa kawasan ini dapat maju dan berkembang dengan mengandalkan diri sendiri.” (mm/alalam)
Baca juga: