IAEA Laporkan Temuan Partikel Uranium di Lokasi Yang Tidak Diumumkan di Iran

0
131

Wina, LiputanIslam.com –  Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengaku telah menemukan partikel uranium di sebuah situs di Iran yang belum dinyatakan sebelumnya oleh pihak berwenang di negara ini.

Sebuah laporan rahasia tidak menyebutkan secara persis di mana situs itu berada, namun para inspektur diduga telah mengambil sampel dari sebuah lokasi di distrik Turquzabad di Teheran, ibu kota Iran, yaitu area yang pernah diklaim oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai tempat “gudang atom rahasia”.

Iran belum menanggapi laporan tersebut, tapi sebelumnya mengatakan lokasi itu hanyalah tempat pabrik pembersih karpet dan tidak melayani tujuan-tujuan tersembunyi.

Laporan IAEA itu juga mengkonfirmasi bahwa Iran melanjutkan pengayaan uranium di fasilitas bawah tanah Fordow miliknya, dan mengabaikan komitmen lainnya kepada perjanjian dengan sejumlah negara besar dunia pada tahun 2015.

Baca: Rusia Ingatkan AS: Runtuhnya JCPOA akan Goncang Perekonomian Global

Uranium yang diperkaya selain dapat digunakan untuk membuat bahan bakar reaktor juga dapat dipakai untuk membuat senjata nuklir.

Prancis, Inggris, dan Jerman yang turut terlibat dalam perjanjian itu mengaku “sangat prihatin” terhadap keputusan Iran dan menyebutnya semakin menyulitkan upaya mereka meredakan ketegangan di kawasan.

Sementara itu, Kepala Badan Tenaga Atom Iran (AEOI) Ali Akbar Salehi mengatakan negaranya telah meningkatkan produksi harian uranium yang diperkaya rendah (LEU) setelah melanjutkan pengayaan di fasilitas Fordow.

Baca: Iran Siap Bantu Negara-Negara Arab Teluk Persia di Bidang Energi Nuklir

Kepada Associated Press, Senin, dia menyebutkan bahwa Iran sekarang memproduksi sedikitnya 5,5 kilogram uranium yang diperkaya rendah per hari, sementara produksi sebelumnya sekitar 450 gram per hari.

Dia menambahkan bahwa total kapasitas pengayaan harian akan secara bertahap meningkat dan bisa mencapai enam kilogram di kedua situs nuklir Natanz dan Fordow. (mm/bbc/railayoum/presstv)

DISKUSI: