Beirut, LiputanIslam.com – Petinggi Hizbullah Wafiq Safa dalam pidatonya pada peringatan hari ke-100 sejak gugurnya Sayyid Nasrallah mengatakan bahwa Hizbullah akan tetap hadir di gelanggang perjuangan dan dalam rekonstruksi.
Wafiq Safa, pejabat Unit Koordinasi dan Komunikasi Hizbullah, menyatakan bahwa pemakaman mantan sekjen Hizbullah, Syahid Sayyid Hassan Nasrallah, akan dilangsungkan di kawasan Dahieh, pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon, setelah 60 hari (masa gencatan Hizbullah-Israel).
Wafiq Safa mengunjungi tempat gugurnya Syahid Hassan Nasrallah, dan mengatakan, “Sang Sayyid eksis dalam perlawanan, dan para mujahidinnya, orang-orang perlawanan, dan Hizbullah lebih kuat dan solid dari sebelumnya, dan inilah yang disaksikan musuh.”
Mengenai urusan dalam negeri, dia mengatakan, “Kami sudah mengatakan sebelumnya bahwa Hizbullah tidak memiliki hak veto atas pencalonan panglima militer sebagai presiden republik.”
Dia menambahkan, “Nabih Berri akan melakukan pembicaraan dengan (Utusan Khusus AS untuk Lebanon, Amos) Hockstein tentang pelanggaran Israel.”
Sementara itu, menyusul pernyataan Wafiq Safa tersebut, lima organisasi mahasiswa Iran dalam sebuah pernyataan bersama mengusulkan penyelenggaraan prosesi pemakaman Syahid Nasrallah di Iran.
Dalam pernyataan para mahasiswa yang ditujukan kepada Sekjen Hizbullah, Syeikh Naeem Qassem, mereka menyatakan, “Yang Mulia Syeikh Hujjatul Islam, Syekh Naeem Qassem, duka lara hati kami atas gugurnya Sayyid Hassan Nasrallah tidak akan tersembuhkan kecuali apabila diselenggarakan prosesi secara besar-besaran oleh para pecintanya di Iran, dan pelaksanaan shalat atas jenazah sucinya dengan diimami oleh Pemimpin Besar Imam Ali Khamenei.”
Mereka menambahkan, “Karena itu, kami memohon keikhlasan hati Yang Mulia untuk mengkondisikan prosesi pemakaman Sang Syahid di wilayah Iran.”
Syahid Hassan Nasrallah serta beberapa petinggi Hizbullah lainnya gugur akibat serangan udara besar-besaran Israel terhadap kawasan Dahieh pada 27 September 2024 di tengah pertempuran sengit antara kedua pihak, yang berlangsung selama sekitar dua bulan. (mm/alalam/mna)