Beirut, LiputanIslam.com – Dua warga Israel tewas akibat salvo rudal yang dihujankan oleh para pejuang Hizbullah ke wilayah utara Palestina pendudukan.
Roket dari Lebanon menghujani kota Kiryat Shmona pada hari Rabu (9/10), menewaskan seorang pria dan seorang wanita, ungkap layanan ambulan Israel dalam sebuah pernyataan.
Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi pro-Palestina yang telah dilakukan Hizbullah terhadap Israel sejak Oktober 2023, ketika rezim Zionis tersebut melancarkan barbarisme genosida di Jalur Gaza.
Serangan itu juga merupakan pembalasan terhadap pembunuhan warga Lebanon oleh Israel selama eskalasi yang sedang berlangsung terhadap Lebanon setelah dimulainya perang Gaza.
Perkembangan tersebut terjadi ketika Hizbullah pada hari itu mengumumkan bahwa para pejuangnya berhasil memukul mundur pasukan Israel yang menyerang dalam pertempuran di sepanjang perbatasan.
Menurut Hizbullah, penembakan beberapa salvo rudal terhadap pasukan Israel di dekat desa Labbouneh di wilayah perbatasan barat, dekat pantai Mediterania, berhasil memaksa mereka mundur.
Hizbullah juga mengaku telah menggempur tentara Israel di desa Maroun el-Ras dan melancarkan serangan rudal ke pasukan Israel yang bergerak menuju desa perbatasan tetangga Mays al-Jabal dan Mouhaybib.
Secara terpisah, di hari yang sama, sirene terus menerus berbunyi di wilayah utara Palestina pendudukan, termasuk kota pelabuhan utama Haifa, akibat gempuran rudal Hizbullah.
Menurut militer Israel, sekitar 40 proyektil ditembakkan dalam satu tembakan salvo rudal di Haifa, dan mereka mengklaim berhasil mencegat sebagian rudal di antaranya.
Lebih dari 2.100 warga Lebanon telah gugur sejak Hizbullah mulai melancarkan serangan terhadap Israel sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa pada hari Rabu, Hizbullah telah melancarkan sejumlah aksi penghadangan gerak maju pasukan Zionis Israel di sekitar perbatasan Lebanon-Palestina, serta sejumlah operasi serangan terhadap lokasi, pangkalan dan penempatan tentara Zionis dan permukiman di wilayah utara Palestina pendudukan. (mm/alalam/presstv)