Beirut, LiputanIslam.com – Pasukan Hizbullah yang berbasis di Lebanon pada siang hari Rabu (5/6) menyerang platform sistem Kubah Besi Israel di barak Ramot Naftali dengan rudal, dan setidaknya dua tentara Zionis dan 11 lainnya terluka pada Rabu malam terkena serangan drone Hizbullah.
Hizbullah mengumumkan serangkaian serangan ke bagian utara wilayah pendudukan Palestina, termasuk di selatan pemukiman Al-Kush di Galilea Atas, namun tidak jelas apakah serangan itulah yang menyebabkan 11 korban luka.
Badan Penyiaran Israel melaporkan bahwa 11 orang Israel terluka, satu di antaranya parah, akibat serangan drone bermuatan bom yang datang dari Lebanon di sebuah lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai lapangan sepak bola di kota Hurfish di Druze di wilayah Galilea Atas di bagian utara wilayah pendudukan Palestina.
Badan itu tidak menyebutkan apakah mereka yang terluka adalah tentara atau bukan.
Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa serangan drone itu mengakibatkan sedikitnya 10 orang terluka, 5 di antaranya berada dalam “kondisi serius”.
Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan tiga helikopter dikirim ke lokasi kecelakaan untuk mengangkut korban luka.
Saluran Channel 12 menyatakan sirene tidak diaktifkan sebelum drone sarat bom itu jatuh dan meledak di kota Hurfish.
Radio militer Israel melaporkan bahwa beberapa pasukan militer sedang menuju ke lokasi kejadian.
Hizbullah sendiri mengumumkan pelaksanaan “serangan udara dengan satu skuadron penyerangan terhadap posisi perwira dan tentara musuh di selatan pemukiman Al-Kush.”
Dalam sebuah pernyataan melalui Telegram, Hizbullah serangan itu menyasar tentara Zionis “secara langsung, yang menyebabkan mereka terbunuh atau terluka,” tanpa ada kejelasan apakah serangan tersebut adalah serangan yang sama yang diumumkan oleh media Israel yang menyasar sebuah situs di kota Hurfish.
Beredar sejumlah rekaman video yang diambil dari kamera yang terpasang pada drone. yang antara lain memperlihatkan sejumlah tentara Zionis yang berada di barak militer dari jarak jauh hingga bergerak ke jarak dan pada obyek yang terhantam drone di tempat konsentrasi pasukan Zionis.
Sumber-sumber Israel melaporkan dua tentara Israel tewas akibat serangan drone Hizbullah di kota Hurfish, sementara pusat kesehatran Islam di Nahariya mengaku menerima tujuh korban luka akibat serangan tersebut.
Hizbullah juga mengumumkan pihaknya telah melancarkan delapan serangan lain terhadap posisi-posisi tentara Israel dan tempat berkumpulnya tentara Zionis itu di dekat perbatasan selatan Lebanon.
Dalam serangkaian pernyataan melalui Telegram, Hizbullah menyebutkan serangan-serangan itu antara lain menyasar pertemuan perwira dan tentara Israel di situs Al-Baghdadi dengan barisan drone serang, situs Al-Malikiyah dengan peluru artileri, dan situs Al-Malikiyah dengan peluru artileri, kawasan sekitar situs militer Zibdin, Birkat Risha, dan Horsh Hanita dengan senjata roket, dan sekitar situs Al-Malikiyah “dengan senjata yang sesuai”.
Hizbullah juga menyerang “situs militer Al-Sammaqa dengan senjata rudal, dan platform Iron Dome di barak Ramot Naftali dengan peluru kendali.”
Hizbullah memastikan serangan-serangan tersebut mengena sasaran mereka “secara langsung.” (mm/raialyoum/alalam)