Beirut, LiputanIslam.com – Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Syeikh Ali Damoush, mengatakan menegaskan bahwa senjata tidak bisa dimonopoli oleh pemerintah selagi masih ada aksi pendudukan rezim Zionis Israel.
“Pendudukan, serangan, dan pelanggaran kedaulatan Lebanon ditujukan terutama untuk menekan Lebanon agar menormalisasi hubungan dengan entitas Zionis, tapi rakyat menolak normalisasi dengan musuh,” ujar Syeikh Ali Damoush dalam khutbah Jumat (14/3).
“Sebagaimana rakyat kita tidak terpengaruh oleh tekanan-tekanan di masa lalu dan tidak terpuruk oleh perang dan serangan, mereka tidak akan roboh di bawah tekanan-tekanan baru dari Amerika dan Israel,” lanjutnya.
Syeikh Ali Damoush menekankan bahwa merupakan kewajiban pemerintah untuk melindungi negara dari bahaya normalisasi dan ambisi musuh, yang dengan keterlibatan AS, berusaha mendorong negosiasi langsung dengan Israel dan mengaitkan rekonstruksi dan dukungan keuangan eksternal dengan kondisi politik yang akan melucuti kekuatan Lebanon.
Dia menjelaskan, “Kami tidak akan menerima jika rekonstruksi tunduk pada kondisi politik atau non-politik apa pun. Yang ingin kami tegaskan ialah bahwa proyek rekonstruksi merupakan tanggung jawab nasional yang terutama berada di tangan negara. Negara harus memikul tanggung jawab ini dengan serius dan mencegah musuh memaksakan kondisi, komplikasi, atau keadaan yang sudah ada di perbatasan selatan untuk menghalangi proyek ini atau mencegah masyarakat kembali ke desa mereka dan menjalani kehidupan normal mereka.”
Syeikh Damoush menambahkan, “Kami di Hizbullah bertekad untuk menyelesaikan apa yang telah kami mulai terkait rekonstruksi dan pembayaran kompensasi, terlepas dari kesulitan yang ada, karena proyek rekonstruksi merupakan bagian dari perlawanan terhadap pendudukan. Namun, apa yang kami lakukan tidak melepaskan negara dari tanggung jawabnya.”
Dia juga mencecar, “Anda mengatakan bahwa pemerintah adalah pihak yang melindungi negara dan pemerintahlah yang membela tanah air, dan bahwa senjata harus dibatasi hanya untuk negara. Saat ini, negara hadir di sepanjang perbatasan dan memiliki kesempatan untuk menjalankan perannya, dengan senjata di tangan, dan bersamanya ada komite pengawasan perjanjian gencatan senjata dan bersamanya juga masyarakat internasional. Jadi, apa yang telah Anda lakukan sejauh ini dalam menghadapi pelanggaran dan serangan Israel setiap hari? Setidaknya yakinkan kami tentang manfaat pembatasan senjata untuk negara.”
Syeikh Damoush menyimpulkan dengan mengatakan,”Ada pendudukan, dan senjata tidak dapat dibatasi hanya untuk negara selama ada pendudukan. Ketika ada pendudukan dan agresi yang sedang berlangsung, senjata adalah perhiasan manusia, dan setiap orang harus menghadapi pendudukan ini dengan segala cara. Ini adalah hak yang tidak dapat kita lepaskan, tidak peduli seberapa besar pengorbanannya.” (mm/alalam)